Info ASN Jabatan Fungsional Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis

Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis

InfoASN.id – Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis dan Angka Kreditnya

Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis

JABATAN FUNGSIONAL ORTOTIS PROSTETIS

PENGERTIAN

Ortotis Prostetis adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pelayanan ortotik prostetik pada sarana pelayanan kesehatan.

Pelayanan ortotik adalah pelayanan kesehatan kepada masyarakat/pasien yang meliputi rancang bangun dan pembuatan alat bantu anggota tubuh yang mengalami kelayuhan, dan gangguan fungsi tubuh.

Pelayanan prostetik adalah masyarakat/pasien yang meliputi anggota tubuh tiruan/palsu.

pelayanan kesehatan kepada rancang bangun dan pembuatan

Sarana Pelayanan Kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan pelayanan ortotik prostetik, yaitu Rumah Sakit, Puskesmas, Poliklinik, dan Unit Pelayanan Kesehatan lainnya.

Ortotik kasus ringan adalah penanganan pasien dalam pemasangan alat bantu (ortose) pada kasus fraktur kontraktur (layuh) pada jari-jari tangan, pergelangan kaki dan pengapuran/spasme otot ringan pada leher.

Ortotik kasus sedang adalah penanganan pasien dalam pemasangan alat bantu (ortose) pada kasus fraktur kontraktur (layuh) sepanjang kaki sampai tulang femur/knee, sepanjang lengan sampai humerous dan pengapuran sedang pada leher.

Ortotik kasus berat adalah penanganan pasien dalam pemasangan alat bantu (ortose) pada kasus fraktur kontraktur (layuh) pasca operasi pada otot dan tendon dan ligament, patologi klinis, kongenital serta kasus lainnya sepanjang kaki seluruh spinal, anggota gerak atas dan leher.

Prostetik kasus ringan adalah penanganan pasien dalam pemasangan anggota tubuh tiruan (prostese) pengganti anggota tubuh yang hilang/amputasi pada area pada pergelangan tangan sampai ujung jari-jari tangan, dan pergelangan kaki sampai ujung jari kaki.

Prostetik kasus sedang pemasangan anggota tubuh tubuh yang hilang/amputasi pada bawah dan atas siku.

adalah penanganan pasien dalam tiruan (prostese) pengganti anggota pada area bawah dan atas lutut serta

Prostetik kasus berat adalah penanganan paslen dalam pemasangan anggota tubuh tiruan (prostese) disarticulasi hip dan shoulders, atau amputasi lain di luar prostetik kasus ringan dan kasus sedang.

KETENTUAN PERUNDANGAN

  1. PermenPAN Nomor PER/122/M.PAN/12/2005
    Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis
  2. Peraturan Bersama Menkes Nomor 100/MENKES/PB/II/2006 dan Kepala BKNNomor 3 Tahun 2006, Tanggal 21 Februari 2006
  3. Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 2008
    Tunjangan Jabatan Fungsional Fisioterapis, Refraksionis Optisien, Terapis Wicara, Okupasi Terapis, Ortotis Prostetis, Teknisi Transfusi Darah dan Teknisi Gigi

KEDUDUKAN DAN RUMPUN JABATAN

Ortotis Prostetis berkedudukan sebagai pelaksana teknis di bidang pelayanan ortotik prostetik pada sarana pelayanan kesehatan di lingkungan Departemen Kesehatan dan instansi selain Departemen Kesehatan.

Ortotis Prostetis sebagaimana dimaksud, adalah jabatan karier.

pejabat pengawas yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas Jabatan Fungsional Widyaiswara.

Ortotis Prostetis adalah jabatan fungsional termasuk dalam rumpun kesehatan.

Rumpun Jabatan : Kesehatan

Kedudukan : PNS Pusat/Daerah

Instansi Pembina : Kementerian Kesehatan

JENJANG JABATAN DAN ANGKA KREDIT

Jenjang jabatan Ortotis Prostetis dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, yaitu:

  1. Ortotis Prostetis Pelaksana,
  2. Ortotis Prostetis Pelaksana Lanjutan,
  3. Ortotis Prostetis Penyelia.

Jenjang pangkat Ortotis Prostetis sebagaimana dimaksud pada ayat sesuai dengan jenjang jabatannya, yaitu:

  1. Ortotis Prostetis Pelaksana, terdiri atas:
    1. Pengatur, golongan ruang II/c,
    2. Pengatur Tingkat I, golongan ruang II/d.
  2. Ortotis Prostetis Pelaksana Lanjutan, terdiri atas:
    1. Penata Muda, golongan ruang Ill/a,
    2. Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b.
  3. Ortotis Prostetis Penyelia, terdiri atas:
    1. Penata, golongan ruang III/c,
    2. Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.

TUGAS JABATAN DAN UNSUR KEGIATAN

Tugas pokok Ortotis Prostetis adalah melakukan pelayanan ortotik prostetik yang meliputi anamnesa, pemeriksaan, pengukuran, pembuatan, pengepasan, latihan dan penyerahan alat kepada pasien, evaluasi secara berkala serta rujukan.

Untuk perkembangan karirnya, baik itu untuk syarat kenaikan pangkat maupun kenaikan jabatan, maka pejabat Ortotis Prostetis harus melaksanakan tugas jabatan sesuai unsur dan subunsur kegiatan yang telah diatur dalam PermenPAN Nomor PER/122/M.PAN/12/2005.

Unsur Kegiatan

Unsur dan sub unsur kegiatan Ortotis Prostetis yang dinilai angka kreditnya, terdiri dari:

  1. Pendidikan, meliputi :
    1. pendidikan sekolah dan mendapat ijazah;
    2. pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang ortotik prostetik dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) atau sertifikat;
    3. pendidikan dan pelatihan prajabatan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) atau sertifikat
  2. Pelayanan ortotik prostetik, meliputi :
    1. perslapan pelayanan ortoti? prostetik;
    2. pelayanan ortotik;dan
    3. pelayanan prostetik
  3. Pengembangan profesi, meliputi :
    1. pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang ortotik prostetik;
    2. penerjemahan/penyaduran buku dan bahan lainnya di bidang ortotik prostetik;
    3. pembuatan buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/ petunjuk teknis di bidang ortotik prostetik;
    4. penemuan teknologi tepat guna di bidang ortotik prostetik
  4. Penunjang tugas Ortotis Prostetis, meliputi :
    1. pengajar/pelatih di bidang ortotik prostetik:
    2. peran serta dalam seminar/lokakarya di bidang ortotik prostetik;
    3. keanggotaan dalam organisasi profesi Ortotis Prostetis;
    4. keanggotaan dalam Tim Penilai jabatan fungsional Ortotis Prostetis;
    5. perolehan penghargaan/tanda jasa

PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL

Pengangkatan PNS ke dalam Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis dapat dilakukan melalui pengangkatan:

  1. pertama;
  2. perpindahan dari jabatan lain;
  3. penyesuaian/inpassing..

Syarat Pengangkatan Pertama

  1. berijazah paling rendah Diploma III/Akademi ortotik prostetik,
  2. pangkat paling rendah Pe.ngatur, golongan ruang II/c,
  3. setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.,

Pengangkatan pertama tersebut merupakan pengangkatan untuk mengisi lowongan kebutuhan Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis dari calon PNS.

Syarat Pengangkatan Melalui Perpindahan Dari Jabatan Lain

  1. memenuhi syarat pengangkatan pertama,
  2. memiliki pengalaman dalam kegiatan pelayanan Ortotik prostetik paling slngkat 2 (dua} tahun,
  3. usia paling lama 50 (lima puluh) tahun,
  4. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3} paling rendah bernilai baik dalam l(satu} tahun terakhir.,

Syarat Pengangkatan Melalui Penyesuaian/Inpassing

  1. berijazah paling rendah SLTA
  2. pangkat paling rendah Pengatur, golongan ruang II/c
  3. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

ANGKA KREDIT

Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit, setiap Ortotis Prostetis diwajibkan mencatat dan menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan.

Apabila dari hasil catatan dan inventarisir seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat dipandang sudah dapat memenuhl jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat, secara hirarkhl

Ortotis Prostetis dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. Penilaian dan penetapan angka kredit Ortotis Prostetis dilakukan paling singkat 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun, yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negerl Sipil.

Pejabat yang Mengusulkan Angka Kredit Ortotis Prostetis

Usul penetapan angka kredit Ortotis Prostetis diajukan oleh :

  1. Pimpinan Sarana Pelayanan Kesehatan di lingkungan Departemen Kesehatan kepada Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik Departemen Kesehatan untuk angka kredit Ortotis Prostetis Pelaksana sampai dengan Ortotis Prostetis Penyella yang bekerja pada sarana pelayanan kesehatan di lingkungan Departemen Kesehatan,
  2. Pimpinan Sarana Pelayanan Kesehatan di lingkungan provlnsl kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk angka kredit Ortotis Prostetis Pelaksana sampai dengan Ortotis Prostetis Penyelia yang bekerja pada sarana pelayanan kesehatan di lingkungan provinsi,
  3. Pimpinan Sarana Pelayanan Kesehatan di lingkungan kabupaten/kota kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk angka kredit Ortotis Prostetis Pelaksana sampal dengan Ortotis Prostetis Penyella yang bekerja pada sarana pelayanan kesehatan di llngkungan kabupaten/kota,
  4. Pejabat yang membidangi kepegawaian yang bersangkutan kepada Pimpinan Sarana Pelayanan Kesehatan (paling rendah eselon Il) Instansi Pusat selain Departemen Kesehatan untuk angka kredit Ortotis Prostetis Pelaksana sampai dengan Ortotis Prostetis Penyelia yang bekerja pada sarana pelayanan kesehatan di lingkungan masing-masing.

Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit Ortotis Prostetis

Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Ortotis Prostetis, adalah sebagai berikut :

  1. Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik Departemen Kesehatan bagi Ortotis Prostetis Pelaksana sampai dengan Ortotis Prostetis Penyelia yang bekerja pada sarana pelayanan kesehatan di lingkungan Departemen Kesehatan,
  2. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi bagi Ortotls Prostetis Pelaksana sampai dengan Ortotis Prostetis Penyelia yang bekerja pada sarans pelayanan kesehatan d1 lingkungan provinsi,
  3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bagi Ortotis Prostetis Pelaksana sampai dengan Ortotis Prostetis Penyelia yang bekerja pada sarana pelayanan kabupaten/kota,
  4. Pimpinan Sarana Pelayanan Kesehatan (paling rendah eselon II) Instansi Pusat selain Departemen Kesehatan bagi Ortotis Prostetis Pelaksana sampai dengan Ortotis Prostetis Penyelia yang bekerja pada sarana pelayanan kesehatan di lingkungan masing-masing.

PEMBERHENTIAN JABATAN FUNGSIONAL

Ortotis Prostetis diberhentikan dari jabatannya apabila:

  1. mengundurkan diri dari jabatan,
  2. diberhentikan sementara sebagai PNS,
  3. menjalani cuti di luar tanggungan negara,
  4. menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan,
  5. ditugaskan secara penuh pada jabatan pimpinan tinggi, jabatan administrator, jabatan pengawas, dan jabatan pelaksana,
  6. tidak memenuhi persyaratan jabatan.

TUNJANGAN JABATAN

Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis diberikan Tunjangan Ortotis Prostetis setiap bulan.

Tunjangan Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 2008 Tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Fisioterapis, Refraksionis Optisien, Terapis Wicara, Okupasi Terapis, Ortotis Prostetis, Teknisi Transfusi Darah dan Teknisi Gigi, dengan besaran sebagai berikut:

  1. Ortotis Prostetis Penyelia  Rp  500.000,00
  2. Ortotis Prostetis Pelaksana Lanjutan Rp  265.000,00
  3. Ortotis Prostetis Pelaksana Rp  240.000,00

Berikut daftar Uraian Tugas Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis

Demikian informasi singkat terkait jenis Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis

Baca Juga : Daftar Jabatan Fungsional Lainnya — DISINI

Referensi :

  1. PermenPAN Nomor PER/122/M.PAN/12/2005
  2. Sumber File Permenpan : JDIH MENPAN

Download Profil Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis.pdf

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga artikel “Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis” ini bermanfaat.

8 Likes

Author: admin

Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti Memberikan referensi, informasi akurat dan terpercaya seputar ASN, Sekolah Kedinasan, Materi dan Tryout SKD/SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com