Info ASN Jabatan Fungsional 30 Butir Uraian Tugas Jabatan Apoteker Ahli Madya

30 Butir Uraian Tugas Jabatan Apoteker Ahli Madya

Uraian Tugas Jabatan Apoteker Ahli Madya

InfoASN.id – Uraian Tugas Jabatan Apoteker Ahli Madya

PENGERTIAN

Berdasarkan Permenpan RB Nomor 13 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Apoteker, bahwa yang dimaksud dengan:

Apoteker adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh oleh Pejabat yang Berwenang untuk melaksanakan tugas di bidang praktik kefarmasian.

Hasil Kerja adalah unsur kegiatan utama yang harus dicapai oleh Apoteker sebagai prasyarat menduduki setiap jenjang Jabatan Fungsional Apoteker.

Jabatan Fungsional Apoteker termasuk dalam rumpun Kesehatan dan merupakan jabatan karir PNS.

Jabatan Fungsional Apoteker adalah Jabatan Tingkat Ahli.

Jenjang jabatan fungsional Apoteker sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, adalah:

  1. Apoteker Pertama,
  2. Apoteker Muda,
  3. Apoteker Madya, dan
  4. Apoteker Utama.

Jenjang pangkat fungsional Apoteker sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, adalah:

  1. Apoteker Pertama, pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b,
  2. Apoteker Muda, terdiri dari:
    1. Penata, golongan ruang III/c,
    2. Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.
  3. Apoteker Madya, terdiri dari:
    1. Pembina, golongan ruang IV/a,
    2. Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b,
    3. Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c.
  4. Apoteker Utama, terdiri dari:
    1. Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d,
    2. Pembina Utama, golongan ruang IV/e.

UNSUR KEGIATAN

Tugas Jabatan Fungsional Apoteker yaitu melaksanakan Praktik Kefarmasian yang meliputi penyusunan rencana Praktik Kefarmasian, pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP, pelayanan farmasi klinik, sterilisasi sentral, pelayanan farmasi khusus, serta penerapan kajian farmakoekonomi dan uji klinik.

Untuk perkembangan karirnya, baik itu untuk syarat kenaikan pangkat maupun kenaikan jabatan, maka pejabat Apoteker harus melaksanakan butir uraian tugas jabatan Apoteker Ahli Madya sesuai unsur dan sub unsur kegiatan yang telah diatur dalam Peraturan Perundangan

Unsur kegiatan tugas Jabatan Fungsional Apoteker yang dapat dinilai angka kreditnya, meliputi:

  1. penyusunan rencana Praktik Kefarmasian,
  2. pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP,
  3. pelayanan farmasi klinik,
  4. sterilisasi sentral,
  5. penerapan kajian farmakoekonomi dan uji klinik, dan
  6. pelayanan farmasi khusus.
Baca Juga :  24 Butir Uraian Tugas Jabatan Pamong Belajar Ahli Pertama

URAIAN TUGAS JABATAN APOTEKER AHLI MADYA

Uraian Tugas Jabatan Apoteker Ahli Madya merupakan suatu paparan atas semua tugas jabatan yang dilakukan oleh pejabat Apoteker yang ditetapkan kedalam butir kegiatan pekerjaan dalam melaksanakan Praktik Kefarmasian yang meliputi penyusunan rencana Praktik Kefarmasian, pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP, pelayanan farmasi klinik, sterilisasi sentral, pelayanan farmasi khusus, serta penerapan kajian farmakoekonomi dan uji klinik.

Berikut 30 Butir kegiatan / uraian tugas jabatan Apoteker Ahli Madya, meliputi:

  1. menyusun rencana Praktik Kefarmasian kompleks tingkat 1 (satu);
  2. melakukan analisis terhadap usulan data perencanaan;
  3. mengevaluasi perencanaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP;
  4. melakukan verifikasi dan mengesahkan usulan pembelian;
  5. melakukan penilaian mutu Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP;
  6. menyusun rancangan formula induk;
  7. melaksanakan penghapusan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP;
  8. melakukan pendataan dan telaah terhadap mutasi obat narkotika dan psikotropika;
  9. melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian;
  10. menyusun dan memberikan rekomendasi hasil kajian penggunaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan lain berdasarkan prinsip kendali mutu dan kendali biaya;
  11. menyusun materi penyebarluasan informasi;
  12. melakukan konseling penggunaan obat dengan indeks terapi sempit;
  13. melakukan konseling penggunaan obat sitostatika;
  14. mengindentifikasi laporan efek samping Sediaan Farmasi;
  15. menyusun rekomendasi rencana intervensi hasil evaluasi penggunaan obat;
  16. melakukan telaah resep nutrisi parenteral;
  17. melakukan rekonstitusi obat sitostatika;
  18. melakukan pemeriksaan dan pemastian mutu hasil akhir obat sitostatika;
  19. melakukan pemeriksaan dan pemastian mutu hasil akhir sediaan radiofarmaka;
  20. menyusun rencana pelaksanaan pemantauan kadar obat dalam darah;
  21. menyusun laporan dan rekomendasi kegiatan farmasi klinik bulanan dan tahunan;
  22. melakukan analisis kejadian efek samping obat;
  23. merencanakan kegiatan sterilisasi serta kebutuhan peralatan dan bahan;
  24. menganalisis proses sterilisasi;
  25. melakukan uji jaminan mutu sterilisasi terhadap produk dan menyimpulkan hasil ujinya;
  26. melakukan analisis hasil swab test produk sterilisasi;
  27. mengkaji laporan kegiatan sterilisasi khusus;
  28. menyusun rekomendasi Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP yang cost-effective;
  29. melakukan uji klinis obat berdasarkan protokol penelitian; dan
  30. melakukan kegiatan pengawasan penggunaan obat program.
Baca Juga :  64 Butir Uraian Tugas Jabatan Inspektur Angkutan Udara Ahli Muda

HASIL KERJA TUGAS JABATAN APOTEKER AHLI MADYA

Berikut Hasil Kerja Tugas Jabatan Apoteker Ahli Madya, meliputi:

  1. rencana Praktik Kefarmasian tahunan dengan kompleksitas tingkat 1 (satu),
  2. dokumen hasil analisis kebutuhan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP,
  3. dokumen Evaluasi Daftar Perencanaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP,
  4. dokumen daftar usulan pengadaan,
  5. dokumen hasil analisis (pengadaan non-pembelian),
  6. dokumen rancangan formula induk,
  7. berita acara penghapusan,
  8. laporan mutasi narkotika dan psikotropika,
  9. dokumen hasil pengawasan dan pengendalian,
  10. dokumen kajian pelayanan resep,
  11. leaflet, brosur, poster, dan/atau buletin,
  12. dokumen konseling obat dengan indeks terapi sempit,
  13. dokumen konseling obat sitostatika,
  14. hasil klarifikasi dalam dokumen monitoring efek samping Sediaan Farmasi,
  15. hasil intervensi penggunaan obat,
  16. dokumen telaah resep nutrisi parenteral,
  17. dokumen hasil rekonstitusi obat sitostatika,
  18. dokumen pemeriksaan hasil akhir obat sitostatika,
  19. dokumen pemeriksaan hasil akhir radiofarmaka,
  20. data Rencana dalam Formulir pemantauan kadar obat dalam darah,
  21. rekomendasi hasil evaluasi kegiatan farmasi klinik,
  22. laporan monitoring efek samping obat,
  23. data rencana kegiatan sterilisasi, peralatan, dan bahan,
  24. dokumen hasil analisis sterilisasi,
  25. dokumen hasil uji mutu sterilitasi,
  26. laporan hasil analisis swab test,
  27. laporan sterilisasi khusus,
  28. dokumen analisis efektifitas biaya,
  29. protokol penelitian, dan
  30. dokumen pelayanan penggunaan obat program.

Berikut daftar Uraian Tugas Jabatan Apoteker, lainnya :

Demikian informasi Uraian Tugas Jabatan Apoteker Ahli Madya

Terima kasih sudah berkunjung. Apabila artikel ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

Baca Juga : Daftar Jabatan Fungsional Lainnya — DISINI

Referensi :
Permenpan RB Nomor 13 Tahun 2021

Sumber file : JDIH MENPAN

11 Likes

Author: admin

Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti Memberikan referensi, informasi akurat dan terpercaya seputar ASN, Sekolah Kedinasan, Materi dan Tryout SKD/SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five − 4 =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.