Info ASN Jabatan Fungsional Uraian Tugas Jabatan Arsiparis

Uraian Tugas Jabatan Arsiparis

Uraian Tugas Jabatan Arsiparis

InfoASN.id – Uraian Tugas Jabatan Arsiparis

PENGERTIAN

Berdasarkan PERMENPAN RB Nomor 48 Tahun 2014 jo Nomor 13 Tahun 2016 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis, bahwa yang dimaksud dengan:

Arsiparis adalah seseorang PNS yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan yang diperoleh melalui pendidikan formal dan/atau pendidikan dan pelatihan kearsipan serta mempunyai fungsi, tugas, dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan kearsipanyang diangkat oleh pejabat yang berwenang di lingkungan lembaga negara, pemerintahan daerah, pemerintahan desa dan satuan organisasi perguruan tinggi negeri.

Hasil Kerja adalah unsur kegiatan utama yang harus dicapai oleh Arsiparis sebagai prasyarat menduduki setiap jenjang Jabatan Fungsional Arsiparis.

Jabatan Fungsional Arsiparis termasuk dalam rumpun Arsiparis, Pustakawan dan yang berkaitan dan merupakan jabatan karir PNS.

Jabatan Fungsional Arsiparis merupakan jabatan fungsional kategori:

  1. keterampilan, dan
  2. keahlian.

Jenjang Jabatan Fungsional Arsiparis Kategori Keterampilan dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, yaitu:

  1. Arsiparis Terampil,
  2. Arsiparis Mahir, dan
  3. Arsiparis Penyelia.

Jenjang Jabatan Fungsional Arsiparis Kategori Keahlian dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, yaitu:

  1. Arsiparis Ahli Pertama,
  2. Arsiparis Ahli Muda,
  3. Arsiparis Ahli Madya, dan
  4. Arsiparis Ahli Utama.

UNSUR KEGIATAN

Tugas pokok Jabatan Fungsional Arsiparis adalah melaksanakan kegiatan pengelolaan arsip dinamis, pengelolaan arsipstatis, pembinaan kearsipan dan pengolahan dan penyajian arsip menjadi informasi.

Untuk perkembangan karirnya, baik itu untuk syarat kenaikan pangkat maupun kenaikan jabatan, maka pejabat Arsiparis harus melaksanakan butir uraian tugas jabatan Arsiparis sesuai unsur dan sub unsur kegiatan yang telah diatur dalam Peraturan Perundangan

URAIAN TUGAS JABATAN ARSIPARIS

Berikut butir kegiatan / uraian tugas jabatan Arsiparis, antara lain:

a. Kegiatan Pengelolaan Arsip Dinamis, meliputi:

  1. melakukan kegiatan penerimaan dan pembuatan arsip dalam rangka penciptaan arsip,
  2. melaksanakan verifikasi autentisitas arsip yang tercipta,
  3. melakukan pemberkasan arsip aktif,
  4. melakukan penataan dan penyimpanan arsip inaktif,
  5. melakukan identifikasi dan alihmedia arsip dinamis,
  6. melakukan identifikasi dan penilaian arsip dinamis yang akan diautentifikasi
  7. melakukan identifikasi dan pengelolaan arsip terjaga,
  8. melakukan identifikasi, verifikasi, dan penyusunan daftar salinan otentik arsip terjaga
  9. melakukan identifikasi dan pengelolaan arsip vital,
  10. melakukan identifikasi, penilaian dan verifikasi arsip dalam rangka pemindahan arsip inaktif,
  11. melakukan identifikasi, penilaian, dan verifikasi serta penyusunan naskah persetujuan/ pertimbangan jadwal retensi arsip,
  12. melakukan identifikasi, penilaian dan verifikasi serta penyusunan naskah persetujuan/ pertimbangan pemusnahan arsip,
  13. melakukan identifikasi, penilaian dan verifikasi serta menyusun daftar arsip yang akan dimusnahkan,
  14. melakukan identifikasi, penilaian, dan verifikasi arsip dalam rangka penyerahan arsip statis,
  15. melakukan evaluasi dan penilaian pengelolaan arsip dinamis, dan
  16. memberikan pelayanan penggunaan arsip dinamis.
Baca Juga :  28 Butir Uraian Tugas Jabatan Penera Penyelia

b. Kegiatan Pengelolaan Arsip Statis, meliputi:

  1. melakukan identifikasi dan analisis arsip dalam rangka penyusunan Daftar Pencarian Arsip (DPA),
  2. melakukan identifikasi dan analisis dalam rangka menyusun pertimbangan pemberian penghargaan atau imbalan atas pelindungan dan penyelamatan arsip statis,
  3. melakukan penataan dan penyimpanan arsip statis,
  4. melakukan penyusunan sarana bantu penemuan kembali arsip statis,
  5. melakukan pengelolaan arsip sejarah lisan,
  6. melakukan identifikasi, verifikasi, dan preservasi arsip statis,
  7. melakukan identifikasi dan penilaian arsip yang akan direproduksi/alih media,
  8. melakukan identifikasi dan penilaian arsip statis yang akan diautentifikasi,
  9. melakukan identifikasi dan penilaian penerbitan naskah sumber arsip,
  10. melakukan pameran arsip tekstual dan virtual,
  11. melakukan pelayanan arsip statis, dan
  12. melakukan evaluasi dan penilaian pengelolaan arsip statis.

c. Uraian kegiatan pembinaan kearsipan, meliputi:

  1. memberikan bimbingan teknis (BINTEK) Kearsipan,
  2. memberikan bimbingan dan konsultasi (BIMKOS) Penyelenggaraan Kearsipan,
  3. memberikan penyuluhan Kearsipan,
  4. memberikan fasilitasi Kearsipan,
  5. melakukan supervisi penyelenggaraan Kearsipan,
  6. melakukan monitoring dan evaluasi (MONEV) sistem informasi Kearsipan,
  7. melakukan analisis rencana kebutuhanjabatan Arsiparis,
  8. melakukan evaluasi fungsi dan tugasjabatan Arsiparis,
  9. melakukan penilaian prestasi kerja Arsiparis,
  10. mengikuti uji kompetensi sertifikasi Arsiparis,
  11. melakukan sertifikasi arsiparis,
  12. melakukan pengawasan penyelenggaraan Kearsipan,
  13. melakukan akreditasi kearsipan,
  14. menyusun pertimbangan pemberian penghargaan Kearsipan, dan
  15. menyusun Norma, standar, prosedur dan kriteria kearsipan.

d. Kegiatan Pengolahan dan Penyajian Arsip Menjadi Informasi, meliputi:

  1. mengolah dan menyajikan arsip aktif menjadi informasi,
  2. mengolah dan menyajikan arsip inaktif menjadi informasi,
  3. mengolah dan menyajikan arsip vital menjadi informasi,
  4. mengolah dan menyajikan arsip terjaga menjadi informasi,
  5. mengolah dan menyajikanarsip statis menjadi informasi, dan
  6. mengolah dan menyajikan informasi kearsipan untuk JIKN.

Tugas tambahan Arsiparis, adalah:

  1. peran serta dalam kegiatan ilmiah bidang kearsipan,
  2. melakukan kajian, telaah/analisis kearsipan dalam bentuk Policy Breef.
  3. menemukan dan melakukan pengembangan teknologi tepat guna di bidang kearsipan,
  4. menjadi anggota dalam organisasi profesi Arsiparis baik nasional maupun internasional,
  5. menjadi anggota dalam tim penilai kinerja Jabatan Arsiparis,
  6. memperoleh penghargaan/tanda jasa kehormatan atau penghargaan lainnya,
  7. memperoleh gelar kesarjanaan lainnya yang sederajat,
  8. mengajar/melatih di bidang kearsipan,
  9. menulis karya ilmiah di bidang kearsipan,
  10. melakukan penyusunan dan penyiapan bahan materi penyuluhan, BINTEK, modul Diklat Kerasipan dan sosialisasi, dan
  11. melaksanakan tugas lain yang berkaitan dengan tugas pokok jabatannya.
Baca Juga :  92 Butir Uraian Tugas Jabatan Analis Prasarana Dan Sarana Pertanian Ahli Madya

HASIL KERJA TUGAS JABATAN ARSIPARIS

Berikut Hasil kerja tugas Jabatan Arsiparis, meliputi:

a. Kegiatan Pengelolaan Arsip Dinamis, meliputi:

  1. registrasi arsip,
  2. daftar verifikasi arsip aktif yang autentik,
  3. daftar arsip aktif,
  4. daftar arsip inaktif,
  5. daftar arsipdinamis yang dialihmedia,
  6. daftar arsip dinamis yang akan diautentikasi,
  7. daftar arsip terjaga,
  8. daftar salinan otentik arsip terjaga,
  9. daftar arsip vital,
  10. daftar Arsip Inaktif yang dipindahkan,
  11. persetujuan (pertimbangan) jadwal retensi arsip/dokumen perusahaan,
  12. Persetujuan (pertimbangan) pemusnahan arsip/dokumen perusahaan,
  13. daftar arsip yang dimusnahkan,
  14. daftar arsip statis yang akan diserahkan,
  15. laporan pelayanan arsip dinamis, dan
  16. laporan evaluasi dan penilaian pengelolaan arsip dinamis.

b. Kegiatan Pengelolaan Arsip Statis, sebagai berikut:

  1. laporan verifikasi arsip statis yang akan diserahkan,
  2. Daftar Pencarian Arsip (DPA),
  3. pertimbangan pemberian penghargaan atau imbalan atas pelindungan dan penyelamatan arsip statis,
  4. daftar arsip satis,
  5. sarana bantu penemuan kembali arsip statis (daftar arsip, inventaris arsip, guide arsip baik tematik maupun khasanah),
  6. daftar arsip sejarah lisan,
  7. daftar arsip statis yang dipreservasi,
  8. daftar arsip statis yang akan direproduksi/alih media,
  9. daftar arsip statis yang diautentikasi,
  10. naskah sumber arsip,
  11. laporan pameran kearsipan,
  12. laporan pelayanan arsip statis,
  13. laporan evaluasi dan penilaian pengelolaan arsip statis.

c. Kegiatan Pembinaan Kearsipan, meliputi:

  1. laporanbimbingan teknis (BINTEK) Kearsipan,
  2. laporan bimbingan dan konsultasi (BIMKOS) penyelenggaraan Kearsipan,
  3. laporanpenyuluhan Kearsipan,
  4. laporan hasil fasilitasi Kearsipan,
  5. laporansupervisi penyelenggaraan Kearsipan,
  6. laporan monitoring dan evaluasi (MONEV) sistem informasi Kearsipan,
  7. laporan hasil analisis kebutuhan jabatan arsiparis,
  8. laporan evaluasi fungsi dan tugas jabatan arsiparis,
  9. laporan penilaian prestasi kerja arsiparis,
  10. sertifikat kompetensi arsiparis,
  11. laporan sertifikasi,
  12. laporan pengawasan penyelenggaraan Kearsipan,
  13. laporan akreditasi kearsipan,
  14. pertimbangan pemberian penghargaan Kearsipan,
  15. Norma, standar, prosedur dan kriteria Kearsipan.

d. Kegiatan Pengolahan dan Penyajian Arsip Menjadi Informasi, meliputi:

  1. daftar informasi arsip aktif,
  2. daftar informasi arsip inaktif,
  3. daftar informasi arsip vital,
  4. daftar informasi arsip terjaga,
  5. daftar informasi arsip statis,
  6. daftar informasi Kearsipan.

Demikian informasi Uraian Tugas Jabatan Arsiparis

Terima kasih sudah berkunjung. Apabila artikel ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

Baca Juga : Daftar Jabatan Fungsional Lainnya — DISINI

Referensi :

  1. PERMENPAN RB Nomor 48 Tahun 2014
  2. PERMENPAN RB Nomor 13 Tahun 2016

Sumber file : JDIH MENPAN

16 Likes

Author: admin

Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti Memberikan referensi, informasi akurat dan terpercaya seputar ASN, Sekolah Kedinasan, Materi dan Tryout SKD/SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − nine =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.