Info ASN Jabatan Fungsional 30 Butir Uraian Tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda

30 Butir Uraian Tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda

Uraian Tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda

InfoASN.id – Uraian Tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda

PENGERTIAN, KEDUDUKAN DAN JENJANG

Berdasarkan Permenpan RB Nomor 22 Tahun 2022 tentang Jabatan Fungsional Penata Perizinan, bahwa yang dimaksud dengan:

Penata Perizinan adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penataan pelayanan perizinan, perizinan berusaha, dan nonperizinan.

Hasil Kerja adalah unsur kegiatan utama yang harus dicapai oleh Penata Perizinan sebagai prasyarat menduduki setiap jenjang Jabatan Fungsional Penata Perizinan.

Jabatan Fungsional Penata Perizinan termasuk dalam rumpun Manajemen dan merupakan jabatan karir PNS.

Penata Perizinan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang Penataan Pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan pada Instansi Pemerintah.

Penata Perizinan sebagaimana dimaksud berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab secara langsung kepada pejabat pimpinan tinggi madya, pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, atau pejabat pengawas yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan.

Jabatan Fungsional Penata Perizinan merupakan Jabatan Fungsional kategori keahlian.

Jenjang Jabatan Fungsional Penata Perizinan sebagaimana dimaksud terdiri atas:

  1. Penata Perizinan Ahli Pertama,
  2. Penata Perizinan Ahli Muda,
  3. Penata Perizinan Ahli Madya, dan
  4. Penata Perizinan Ahli Utama.

UNSUR KEGIATAN DAN TUGAS JABATAN

Tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan yaitu melaksanakan Penataan Pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan.

Untuk perkembangan karirnya, baik itu untuk syarat kenaikan pangkat maupun kenaikan jabatan, maka pejabat Penata Perizinan harus melaksanakan butir uraian tugas jabatan fungsional Penata Perizinan Ahli Muda sesuai unsur dan sub unsur kegiatan yang telah diatur dalam Peraturan Perundangan

Unsur kegiatan tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan yang dapat dinilai Angka Kreditnya, terdiri atas:

  1. perencanaan pelaksanaan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  2. pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  3. penyuluhan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan kepada masyarakat; dan
  4. pengawasan penyelenggaraan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan

Subunsur dari unsur kegiatan tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan sebagaimana dimaksud, meliputi:

  1. perencanaan pelaksanaan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan, meliputi:
    1. persiapan pelaksanaan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
    2. pengembangan sistem pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; dan
    3. pengkajian biaya penyelenggaraan pelayanan dan simulasi biaya keluaran proses Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan
  2. pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan, terdiri atas pengelolaan informasi;
  3. penyuluhan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan kepada masyarakat, meliputi:
    1. kajian partisipasi masyarakat pada pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
    2. pelaksanaan penyuluhan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan kepada masyarakat; dan
    3. penyusunan konsep pengelolaan pengaduan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan
  4. pengawasan penyelenggaraan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan, meliputi:
    1. pengawasan kinerja penyelenggara pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
    2. pengawasan kinerja organisasi;
    3. pengawasan pasca Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah;
    4. pengawasan pasca Perizinan Berusaha berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi; dan
    5. pengawasan pasca Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi

URAIAN TUGAS JABATAN FUNGSIONAL PENATA PERIZINAN AHLI MUDA

Uraian Tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda merupakan suatu paparan atas semua tugas jabatan yang dilakukan oleh pejabat Penata Perizinan yang ditetapkan kedalam butir kegiatan pekerjaan dalam melaksanakan Penataan Pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan.

Berikut 30 Butir kegiatan / uraian tugas jabatan Penata Perizinan Ahli Muda, meliputi:

  1. melakukan pemeriksaan keabsahan dokumen syarat Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  2. menganalisis kelayakan dokumen pengajuan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  3. merumuskan usulan keputusan permohonan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  4. menganalisis kebutuhan pengembangan sistem pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi;
  5. melakukan pengawasan pengajuan Perizinan pada sistem Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi;
  6. menganalisis hasil pengawasan sistem Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi;
  7. menganalisis kebutuhan pelayanan sesuai segmentasi pengguna layanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  8. mendesain area lokasi dalam rangka penyelenggaraan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan secara bergerak (mobile);
  9. menyusun perkiraan kebutuhan biaya keluaran proses Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan;
  10. menganalisis permasalahan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  11. merumuskan rekomendasi penyelesaian permasalahan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  12. merumuskan konten informasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan dalam bentuk elektronik;
  13. merumuskan konten informasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan dalam bentuk nonelektronik;
  14. merumuskan alternatif penyelesaian permasalahan layanan konsultasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  15. menganalisis kepatuhan masyarakat pada prosedur pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  16. menganalisis indeks kemudahan usaha;
  17. menganalisis pengaduan langsung pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  18. merumuskan konsep rencana tindak lanjut pengaduan masyarakat;
  19. merumuskan konsep penyelesaian sengketa Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  20. menganalisis data indeks kepuasan masyarakat;
  21. merumuskan metode pencegahan praktik percaloan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
  22. merumuskan konsep mutu standar pengawasan berbasis risiko rendah;
  23. merumuskan rekomendasi hasil pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah;
  24. merumuskan mitigasi risiko dalam pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah;
  25. menganalisis pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi;
  26. merumuskan instruksi pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi;
  27. menganalisis dokumen pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi;
  28. menganalisis hasil laporan pendampingan pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi;
  29. merumuskan mitigasi risiko dalam pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi; dan
  30. melakukan pengawasan pascaterbit Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi;

HASIL KERJA TUGAS JABATAN FUNGSIONAL PENATA PERIZINAN AHLI MUDA

Berikut Hasil Kerja Tugas Jabatan Penata Perizinan Ahli Muda, meliputi:

  1. laporan hasil pemeriksaan keabsahan dokumen syarat Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  2. laporan hasil analisis kelayakan dokumen pengajuan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  3. dokumen usulan keputusan pemohonan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  4. dokumen analisis kebutuhan pengembangan sistem pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi,
  5. laporan hasil pengawasan pengajuan Perizinan pada sistem Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi,
  6. laporan analisis hasil pengawasan sistem Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi,
  7. laporan hasil analisa kebutuhan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  8. desain area lokasi dalam rangka penyelenggaraan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan secara bergerak (mobile),
  9. laporan hasil perkiraan kebutuhan biaya keluaran proses Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
  10. laporan analisis permasalahan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  11. dokumen rekomendasi penyelesaian permasalahan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  12. dokumen konten informasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan dalam bentuk elektronik,
  13. dokumen konten informasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan dalam bentuk nonelektronik,
  14. dokumen alternatif penyelesaian permasalahan layanan konsultasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  15. laporan analisis kepatuhan masyarakat pada prosedur pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  16. laporan analisis indeks kemudahan usaha,
  17. laporan analisis pengaduan langsung pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  18. dokumen rencana tindak lanjut pengaduan masyarakat,
  19. dokumen penyelesaian sengketa Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  20. laporan hasil analisis data indeks kepuasan masyarakat,
  21. dokumen pencegahan praktik percaloan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan,
  22. dokumen mutu standar pengawasan berbasis risiko rendah,
  23. dokumen rekomendasi hasil pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah,
  24. dokumen mitigasi risiko dalam pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah,
  25. laporan analisis pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi,
  26. dokumen instruksi pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi,
  27. laporan analisis dokumen pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi,
  28. dokumen analisis laporan hasil pendampingan pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi,
  29. dokumen mitigasi risiko dalam pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi, dan
  30. laporan pengawasan pascaterbit Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi,

Berikut daftar Uraian Tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan, lainnya :

Demikian informasi Uraian Tugas Jabatan Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda

Terima kasih sudah berkunjung. Apabila artikel ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

Baca Juga : Daftar Jabatan Fungsional Lainnya — DISINI

Referensi :
Permenpan RB Nomor 22 Tahun 2022

Sumber file : JDIH MENPAN

3 Likes

Author: admin

Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti Memberikan referensi, informasi akurat dan terpercaya seputar ASN, Sekolah Kedinasan, Materi dan Tryout SKD/SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com