Info ASN Jabatan Fungsional 52 Butir Uraian Tugas Jabatan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Pertama

52 Butir Uraian Tugas Jabatan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Pertama

Uraian Tugas Jabatan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Pertama

InfoASN.id – Uraian Tugas Jabatan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Pertama

PENGERTIAN

Berdasarkan PERMENPAN RB Nomor 37 Tahun 2017 tentang Jabatan Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan, bahwa yang dimaksud dengan:

Inspektur Ketenagalistrikan adalah PNS yang diberikan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melakukan inspeksi ketenagalistrikan.

Hasil Kerja adalah unsur kegiatan utama yang harus dicapai oleh Inspektur Ketenagalistrikan sebagai prasyarat menduduki setiap jenjang Jabatan Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan.

Jabatan Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan termasuk dalam rumpun Pengawas Kualitas dan Keamanan dan merupakan jabatan karir PNS.

Jabatan Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan merupakan jabatan fungsional Kategori Keahlian.

Jenjang Jabatan Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan dari jenjang terendah sampai jenjang tertinggi, terdiri atas:

  1. Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Pertama,
  2. Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Muda,
  3. Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Madya, dan
  4. Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Utama.

UNSUR KEGIATAN DAN TUGAS JABATAN

Tugas Jabatan Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan yaitu melaksanakan kegiatan di bidang inspeksi ketenagalistrikan.

Untuk perkembangan karirnya, baik itu untuk syarat kenaikan pangkat maupun kenaikan jabatan, maka pejabat Inspektur Ketenagalistrikan harus melaksanakan butir uraian tugas jabatan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Pertama sesuai unsur dan sub unsur kegiatan yang telah diatur dalam Peraturan Perundangan

1. Unsur kegiatan tugas Jabatan Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan yang dapat dinilai Angka Kreditnya, terdiri atas:

  1. unsur utama, dan
  2. unsur penunjang.

2. Unsur utama sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf a, terdiri atas:

  1. pendidikan,
  2. inspeksi ketenagalistrikan, dan
  3. pengembangan profesi.

3. Sub unsur dari unsur utama sebagaimana dimaksud pada angka (2), terdiri atas:

  1. Pendidikan, meliputi:
    1. pendidikan formal dan memperoleh ijazah/gelar,
    2. pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional/teknis di bidang ketenagalistrikan serta memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat, dan
    3. diklat Prajabatan.
  2. Inspeksi ketenagalistrikan, meliputi:
    1. perencanaan inspeksi ketenagalistrikan,
    2. pelaksanaan manajemen inspeksi ketenagalistrikan,
    3. pelaksanaan inspeksi terencana,
    4. pelaksanaan inspeksi instalasi tenaga listrik terkait gangguan/kecelakaan/kebakaran akibat listrik, atau bencana alam,
    5. pengolahan, penganalisaan dan pengevaluasian,
    6. perumusan rekomendasi dan penyebarluasan hasil inspeksi ketenagalistrikan, dan
    7. pengembangan metode dan teknologi.
  3. Pengembangan profesi, meliputi:
    1. pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang ketenagalistrikan,
    2. penerjemahan/penyaduran buku dan bahan lainnya di bidang ketenagalistrikan, dan
    3. penyusunan buku pedoman/ketentuan pelaksanaan/ketentuan teknis di bidang ketenagalistrikan.

4. Unsur Penunjang, meliputi:

  1. pengajar/pelatih pada diklat fungsional/teknis di bidang Ketenagalistrikan,
  2. peran serta dalam seminar/lokakarya/konferensi di bidang ketenagalistrikan,
  3. keanggotaan dalam organisasi profesi,
  4. keanggotaan dalam Tim Penilai,
  5. keanggotaan dalam tim penyusun kurikulum/modul/bahan ajar/bimbingan teknis atau manajerial di bidang keteknikan ketenagalistrikan,
  6. perolehan tanda jasa/penghargaan, dan
  7. perolehan gelar kesarjanaan lainnya atau gelar kehormatan akademis.

URAIAN TUGAS JABATAN INSPEKTUR KETENAGALISTRIKAN AHLI PERTAMA

Uraian Tugas Jabatan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Pertama merupakan suatu paparan atas semua tugas jabatan yang dilakukan oleh pejabat Inspektur Ketenagalistrikan yang ditetapkan kedalam butir kegiatan pekerjaan dalam melaksanakan kegiatan di bidang inspeksi ketenagalistrikan.

Berikut 52 Butir kegiatan / uraian tugas jabatan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Pertama, meliputi:

  1. menyiapkan rencana inspeksi ketenagalistrikan;
  2. mengumpulkan data/informasi awal inspeksi ketenagalistrikan;
  3. menyiapkan peralatan inspeksi ketenagalistrikan setiap alat;
  4. memeriksa dokumen persyaratan teknis usulan penetapan wilayah usaha;
  5. memeriksa dokumen rencana penggunaan tenaga kerja asing pada instalasi tenaga listrik;
  6. memeriksa dokumen sertifikasi laik operasi instalasi tenaga listrik;
  7. memeriksa data komisioning pada instalasi tenaga listrik;
  8. memeriksa data operasi dan pemeliharaan pada instalasi tenaga listrik;
  9. memeriksa data pengujian peralatan dan pemanfaat tenaga listrik yang SNI-nya diberlakukan wajib;
  10. memeriksa data pengujian instalasi tenaga listrik;
  11. memeriksa data tenaga teknik pada instalasi tenaga listrik;
  12. memeriksa data pemantauan dan pengelolaan lingkungan pada instalasi tenaga listrik;
  13. memeriksa fisik peralatan pada instalasi tenaga listrik;
  14. mengukur arus / tegangan / daya / energi listrik;
  15. mengukur tahanan pembumian/tahanan isolasi peralatan tenaga listrik;
  16. mengukur medan listrik dan medan magnet;
  17. mengukur temperatur peralatan tenaga listrik;
  18. mengukur kecepatan putar peralatan tenaga listrik;
  19. mengukur tingkat vibrasi pada peralatan utama pembangkit tenaga listrik;
  20. mengukur tingkat kebisingan pada instalasi tenaga listrik;
  21. mengukur jarak ruang bebas instalasi penyaluran tenaga listrik;
  22. memeriksa data pengujian peralatan tenaga listrik;
  23. memeriksa data pengujian minyak transformator;
  24. memeriksa perlengkapan pengaman benda bertegangan;
  25. memeriksa perlengkapan pengaman benda berputar;
  26. memeriksa pembumian peralatan;
  27. memeriksa perlengkapan pengamanan kebakaran pada instalasi tenaga listrik;
  28. memeriksa house keeping pada instalasi tenaga listrik;
  29. memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja;
  30. memeriksa kelengkapan tanda SNI pada peralatan dan pemanfaat tenaga listrik serta tanda keselamatan pada pemanfaat tenaga listrik;
  31. memeriksa kelengkapan rambu-rambu keselamatan ketenagalistrikan pada instalasi tenaga listrik;
  32. memeriksa badan usaha jasa penunjang tenaga listrik atau badan usaha pemanfaat jaringan tenaga listrik untuk kepentingan telematika;
  33. mengumpulkan data instalasi tenaga listrik terkait gangguan / kecelakaan / kebakaran;
  34. mengumpulkan data instalasi tenaga listrik yang terdampak bencana alam;
  35. menyiapkan peralatan untuk melaksanakan inspeksi instalasi tenaga listrik terkait gangguan / kecelakaan/ kebakaran;
  36. menyiapkan peralatan untuk melaksanakan inspeksi instalasi tenaga listrik yang terdampak bencana alam;
  37. membuat sketsa lokasi gangguan / kecelakaan / kebakaran pada instalasi tenaga listrik;
  38. memeriksa data historis gangguan / kecelakaan / kebakaran pada instalasi tenaga listrik;
  39. memeriksa data operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik yang terkait gangguan / kecelakaan / kebakaran;
  40. memeriksa fisik peralatan instalasi tenaga listrik yang terkait dengan gangguan / kecelakaan / kebakaran akibat listrik;
  41. memeriksa peralatan monitoring (online monitoring) operasi instalasi tenaga listrik;
  42. memeriksa perlengkapan pengamanan kebakaran pada instalasi tenaga listrik yang terkait gangguan / kecelakaan / kebakaran;
  43. membuat sketsa instalasi tenaga listrik yang terdampak bencana alam;
  44. mengumpulkan data penggunaan peralatan / instalasi tenaga listrik dalam kondisi darurat bencana alam;
  45. memeriksa fisik peralatan tenaga listrik yang terdampak bencana alam;
  46. membuat sketsa wilayah usaha penyediaan tenaga listrik;
  47. membuat diagram satu garis sistem kelistrikan (pembangkit, transmisi, dan distribusi);
  48. membuat sketsa sebaran pembangkit tenaga listrik berdasarkan jenis bahan bakar;
  49. membuat sketsa rencana lokasi pembangunan instalasi penyediaan tenaga listrik;
  50. membuat sketsa sebaran instalasi tenaga listrik yang memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO);
  51. membuat sketsa aliran daya sistem tenaga listrik; dan
  52. menyiapkan bahan presentasi hasil inspeksi ketenagalistrikan.

HASIL KERJA TUGAS JABATAN INSPEKTUR KETENAGALISTRIKAN AHLI PERTAMA

Berikut Hasil Kerja Tugas Jabatan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Pertama, meliputi:

  1. dokumen rencana inspeksi ketenagalistrikan,
  2. kertas kerja hasil pengumpulan data / informasi awal inspeksi ketenagalistrikan,
  3. kertas kerja hasil penyiapan alat inspeksi ketenagalistrikan,
  4. kertas kerja hasil pemeriksaan dokumen persyaratan teknis usulan penetapan wilayah usaha,
  5. kertas kerja hasil pemeriksaan dokumen rencana penggunaan tenaga kerja asing pada instalasi tenaga listrik,
  6. kertas kerja hasil pemeriksaan dokumen sertifikasi laik operasi instalasi tenaga listrik,
  7. kertas kerja hasil pemeriksaan data komisioning pada instalasi tenaga listrik,
  8. kertas kerja hasil pemeriksaan data operasi dan pemeliharaan pada instalasi tenaga listrik,
  9. kertas kerja hasil pemeriksaan data pengujian peralatan dan pemanfaat tenaga listrik yang Standar Nasional Indonesia-nya diberlakukan wajib,
  10. kertas kerja hasil pemeriksaan data pengujian instalasi tenaga listrik,
  11. kertas kerja hasil pemeriksaan data tenaga teknik pada instalasi tenaga listrik,
  12. kertas kerja hasil pemeriksaan data pemantauan dan pengelolaan lingkungan pada instalasi tenaga listrik,
  13. kertas kerja hasil pemeriksaan fisik peralatan pada instalasi tenaga listrik,
  14. kertas kerja hasil pengukuran arus / tegangan / daya / energi listrik,
  15. kertas kerja hasil pengukuran tahanan pembumian/tahanan isolasi peralatan tenaga listrik,
  16. kertas kerja hasil pengukuran medan listrik dan medan magnet,
  17. kertas kerja hasil pengukuran temperatur peralatan tenaga listrik,
  18. kertas kerja hasil pengukuran kecepatan putar peralatan tenaga listrik,
  19. kertas kerja hasil pengukuran tingkat vibrasi pada peralatan utama pembangkit tenaga listrik,
  20. kertas kerja hasil pengukuran tingkat kebisingan pada instalasi tenaga listrik,
  21. kertas kerja hasil pengukuran jarak ruang bebas instalasi penyaluran tenaga listrik,
  22. kertas kerja hasil pemeriksaan data pengujian peralatan tenaga listrik,
  23. kertas kerja hasil pemeriksaan data pengujian minyak transformator,
  24. kertas kerja hasil pemeriksaan perlengkapan pengaman benda bertegangan,
  25. kertas kerja hasil pemeriksaan perlengkapan pengaman benda berputar,
  26. kertas kerja hasil pemeriksaan pembumian peralatan,
  27. kertas kerja hasil pemeriksaan perlengkapan pengamanan kebakaran pada instalasi tenaga listrik,
  28. kertas kerja hasil pemeriksaan house keeping pada instalasi tenaga listrik,
  29. kertas kerja hasil pemeriksaan kelengkapan peralatan keselamatan kerja,
  30. kertas kerja hasil pemeriksaan kelengkapan tanda SNI pada peralatan dan pemanfaat tenaga listrik serta tanda keselamatan pada pemanfaat tenaga listrik,
  31. kertas kerja hasil pemeriksaan kelengkapan ramburambu keselamatan ketenagalistrikan pada instalasi tenaga listrik,
  32. kertas kerja hasil pemeriksaan badan usaha jasa penunjang tenaga listrik atau badan usaha pemanfaat jaringan tenaga listrik untuk kepentingan telematika,
  33. kertas kerja hasil pengumpulan data instalasi tenaga listrik terkait gangguan / kecelakaan / kebakaran,
  34. kertas kerja hasil pengumpulan data instalasi tenaga listrik yang terdampak bencana alam,
  35. kertas kerja hasil penyiapan peralatan untuk melaksanakan inspeksi instalasi tenaga listrik terkait gangguan / kecelakaan / kebakaran,
  36. kertas kerja hasil penyiapan peralatan untuk melaksanakan inspeksi instalasi tenaga listrik yang terdampak bencana alam,
  37. sketsa lokasi gangguan / kecelakaan / kebakaran pada instalasi tenaga listrik,
  38. kertas kerja hasil pemeriksaan data historis gangguan / kecelakaan / kebakaran pada instalasi listrik,
  39. kertas kerja hasil pemeriksaan data operasi dan pemeliharaan instalasi tenaga listrik yang terkait gangguan / kecelakaan / kebakaran,
  40. kertas kerja hasil pemeriksaan fisik peralatan instalasi tenaga listrik yang terkait dengan gangguan / kecelakaan / kebakaran,
  41. kertas kerja hasil pemeriksaan peralatan monitoring (online monitoring) operasi instalasi tenaga listrik,
  42. kertas kerja hasil pemeriksaan perlengkapan pengamanan kebakaran pada instalasi tenaga listrik yang terkait gangguan / kecelakaan / kebakaran,
  43. sketsa instalasi tenaga listrik yang terdampak bencana alam,
  44. kertas kerja hasil pengumpulan data penggunaan peralatan / instalasi tenaga listrik dalam kondisi darurat bencana alam,
  45. kertas kerja hasil pemeriksaan fisik peralatan tenaga listrik yang terdampak bencana alam,
  46. sketsa wilayah usaha penyediaan tenaga listrik,
  47. diagram satu garis sistem kelistrikan (pembangkit, transmisi dan distribusi),
  48. sketsa sebaran pembangkit tenaga listrik berdasarkan jenis bahan bakar,
  49. sketsa rencana lokasi pembangunan instalasi penyediaan tenaga listrik,
  50. sketsa sebaran instalasi tenaga listrik yang memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO),
  51. sketsa aliran daya sistem tenaga listrik, dan
  52. bahan presentasi hasil inspeksi ketenagalistrikan.

Berikut daftar Uraian Tugas Jabatan Inspektur Ketenagalistrikan, lainnya :

Demikian informasi Uraian Tugas Jabatan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Pertama

Terima kasih sudah berkunjung. Apabila artikel ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

Baca Juga : Daftar Jabatan Fungsional Lainnya — DISINI

Referensi :
PERMENPAN RB Nomor 37 Tahun 2017

Sumber file : JDIH MENPAN

10 Likes

Author: admin

Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti Memberikan referensi, informasi akurat dan terpercaya seputar ASN, Sekolah Kedinasan, Materi dan Tryout SKD/SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com