Info ASN Jabatan Fungsional 107 Butir Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Muda

107 Butir Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Muda

Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Muda

InfoASN.id – Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Muda

PENGERTIAN

Berdasarkan PERMENPAN RB Nomor 32 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan, bahwa yang dimaksud dengan:

Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh oleh Pejabat yang berwenang melaksanakan penataan dan pengelolaan penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan.

Hasil Kerja adalah unsur kegiatan utama yang harus dicapai oleh Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan sebagai prasyarat menduduki setiap jenjang Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan.

Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan termasuk dalam rumpun Pengawas Kualitas dan Keamanan dan merupakan jabatan karir PNS.

Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan merupakan Jabatan Fungsional kategori keahlian.

Jenjang Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan sebagaimana dimaksud pada ayat terdiri atas:

  1. Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Pertama,
  2. Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Muda,
  3. Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Madya, dan
  4. Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Utama.

UNSUR KEGIATAN

Tugas Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan yaitu melaksanakan penataan dan pengelolaan penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan yang meliputi penataan dan pengelolaan sumber daya manusia teknis, sarana prasarana, sistem informasi dan komunikasi, pemberdayaan masyarakat, kesiapsiagaan, dan operasi pencarian dan pertolongan.

Untuk perkembangan karirnya, baik itu untuk syarat kenaikan pangkat maupun kenaikan jabatan, maka pejabat Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan harus melaksanakan butir uraian tugas jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Muda sesuai unsur dan sub unsur kegiatan yang telah diatur dalam Peraturan Perundangan

Unsur kegiatan Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan yang dapat dinilai Angka Kreditnya terdiri atas:

  1. perumusan dan pembinaan teknis bidang pencarian dan pertolongan,
  2. pembinaan dan pengembangan sumber daya teknis pencarian dan pertolongan,
  3. pembinaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan,
  4. pelaksanaan siaga pencarian dan pertolongan,
  5. pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan, dan
  6. pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

URAIAN TUGAS JABATAN PENATA KELOLA PENCARIAN DAN PERTOLONGAN AHLI MUDA

Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Muda merupakan suatu paparan atas semua tugas jabatan yang dilakukan oleh pejabat Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan yang ditetapkan kedalam butir kegiatan pekerjaan dalam melaksanakan penataan dan pengelolaan penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan yang meliputi penataan dan pengelolaan sumber daya manusia teknis, sarana prasarana, sistem informasi dan komunikasi, pemberdayaan masyarakat, kesiapsiagaan, dan operasi pencarian dan pertolongan.

Berikut 107 Butir kegiatan / uraian tugas jabatan Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Muda, meliputi:

  1. menganalisis subtansi teknis kebijakan bidang pencarian dan pertolongan;
  2. menganalisis penyusunan pedoman teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  3. menganalisis bahan pembinaan teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  4. menganalisis data pembinaan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  5. menganalisis data pengembangan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  6. melakukan verifikasi kebutuhan pembinaan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  7. melakukan verifikasi kebutuhan pengembangan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  8. menyusun konsep kurikulum dan silabus pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  9. mengklasifikasi bahan ajar pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  10. melakukan uji coba instrumen uji kompetensi sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  11. menyusun instrumen pemantauan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  12. melakukan asistensi pelaksanaan uji kompetensi sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  13. mengklasifikasi data sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan melalui sistem informasi;
  14. menganalisis kebutuhan pembinaan dan pengembangan awak alat utama pencarian dan pertolongan;
  15. Melakukan verifikasi kebutuhan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  16. menyusun rencana pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  17. melakukan reviu dokumen rencana pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  18. menyusun spesifikasi teknis sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  19. memverifikasi jumlah dan kondisi sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan secara berkala;
  20. melakukan pengolahan data penggunaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  21. menganalisis kebutuhan pemeliharaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  22. menyusun usulan rencana kebutuhan pemeliharaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  23. menyusun rencana teknis pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  24. melakukan pemeriksaan awal dalam rangka pelaksanaan pemeliharaan menengah sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  25. menyusun persyaratan kualifikasi teknis pelaksana pemeliharaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  26. melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  27. mengidentifikasi alternatif pemenuhan kebutuhan dukungan sarana dan prasarana untuk operasi pencarian dan pertolongan;
  28. menganalisis kebutuhan bimbingan teknis sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  29. melakukan verifikasi penerimaan sarana dan prasarana dengan dokumen pendukung;
  30. melakukan pengujian sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  31. mengkaji rencana garis besar pelaksanaan siaga pencarian dan pertolongan khusus;
  32. melaksanakan validasi informasi deteksi dini sinyal marabahaya;
  33. melakukan validasi informasi awal kecelakaan pesawat udara;
  34. melakukan validasi informasi awal kecelakaan kapal;
  35. menganalisis situasi dan lokasi kecelakaan pesawat udara;
  36. menganalisis situasi dan lokasi kecelakaan kapal;
  37. menganalisis perkembangan penindakan awal operasi pencarian dan pertolongan;
  38. memvalidasi data dan informasi musibah/ kecelakaan selama siaga pencarian dan pertolongan khusus kepada instansi terkait;
  39. menganalisis kesiapan fasilitas siaga pencarian dan pertolongan;
  40. mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan fasilitas siaga pencarian dan pertolongan;
  41. melakukan pemantauan dan evaluasi efektivitas fasilitas siaga pencarian dan pertolongan;
  42. menyusun rencana latihan Pencarian dan Pertolongan dengan institusi dalam negeri;
  43. melakukan uji kelayakan sarana dan prasarana latihan pencarian dan pertolongan;
  44. menyusun rencana operasi latihan pencarian dan pertolongan (ROL) dan rencana informasi latihan pencarian dan pertolongan (RIL);
  45. menyusun rencana latihan Pencarian dan Pertolongan antar negara;
  46. melakukan survei lokasi latihan Pencarian dan Pertolongan antar negara;
  47. melaksanakan diseminasi informasi pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan;
  48. melaksanakan asistensi perencanaan latihan pencarian dan pertolongan daerah;
  49. melaksanakan pemantauan dan asistensi terhadap pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan daerah;
  50. melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan di negara peserta;
  51. melakukan pemantuan dan evaluasi fasilitas latihan pencarian dan pertolongan;
  52. menyusun rencana pemenuhan kebutuhan operasi pencarian dan pertolongan;
  53. mengidentifikasi rancangan rencana kontingensi sesuai jenis operasi pencarian dan pertolongan;
  54. mengidentifikasi risiko kecelakaan/bencana/ kondisi membahayakan manusia serta potensi pencarian dan pertolongan pada tingkat nasional;
  55. menyusun skenario kecelakaan/bencana/ kondisi membahayakan manusia di lokasi yang telah ditentukan;
  56. menganalisis daerah dengan tingkat kerawanaan kecelakaan/bencana/kondisi membahayakan manusia yang tinggi pada tingkat daerah;
  57. menyusun rancangan kesepakatan bersama pihak terkait;
  58. menyusun rencana kontingensi pada kecelakaan/bencana/kondisi membahayakan manusia;
  59. menyusun komposisi tim operasi pencarian dan pertolongan;
  60. melakukan penghitungan area operasi pencarian dan pertolongan;
  61. menyusun pola operasi pencarian dan pertolongan;
  62. merencanakan pembagian tugas unit pencarian dan pertolongan;
  63. mengevaluasi rencana operasi pencarian dan pertolongan;
  64. memvalidasi kesiapan sumber daya pencarian dan pertolongan;
  65. melaksanakan briefing pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  66. melakukan supervisi penugasan unit pencarian dan pertolongan ke lokasi kecelakaan/ bencana/kondisi membahayakan manusia;
  67. melakukan supervisi pelaksanaan operasi gabungan dengan pusat koordinasi penyelamatan negara lain;
  68. melakukan pengendalian/supervisi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  69. menyusun rekomendasi teknis operasi untuk koordinator misi pencarian dan pertolongan;
  70. menganalisis pelaksanaan tahap penyadaran;
  71. menyusun rekomendasi teknis pelaksanaan tahap penyadaran;
  72. melakukan asistensi pada tahap penyadaran;
  73. menyusun rekomendasi penetapan koordinator misi Pencarian dan Pertolongan;
  74. menyusun rancangan penunjukan koordinator misi pencarian dan pertolongan;
  75. melakukan analisis penyiapan unit Pencarian dan Pertolongan, precom dan excom serta pengerahan unit pencarian dan pertolongan;
  76. melakukan asistensi penyiapan unit Pencarian dan Pertolongan, precom, dan excom serta pengerahan unit pencarian dan pertolongan;
  77. menganalisis rencana operasi pencarian dan pertolongan;
  78. melakukan asistensi penyusunan rencana operasi pencarian dan pertolongan;
  79. menganalisis dukungan sumber daya operasi pencarian dan pertolongan;
  80. melakukan asistensi penyediaan dukungan operasi pencarian dan pertolongan;
  81. melakukan asistensi pengendalian operasi pencarian dan pertolongan;
  82. melaksanakan asistensi penyusunan laporan operasi pencarian dan pertolongan;
  83. melaksanakan asistensi penyusunan laporan evaluasi operasi pencarian dan pertolongan;
  84. melaksanakan asistensi penyusunan laporan pertanggungjawaban biaya operasi pencarian dan pertolongan;
  85. melakukan debriefing operasi pencarian dan pertolongan;
  86. memverifikasi bukti pembayaran atas penyewaan, pembelian, atau jasa pendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  87. menyusun usulan penggantian biaya pengerahan dan pengendalian operasi pencarian dan pertolongan;
  88. melakukan diseminasi informasi teknis pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan kepada pihak berkepentingan;
  89. mengusulkan penghentian/perpanjangan/ pembukaan kembali pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  90. menetapkan komposisi tim uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  91. melaksanakan uji fungsi dan uji kemampuan petugas operasi pencarian dan pertolongan;
  92. melaksanakan uji fungsi kendaraan operasi pencarian dan pertolongan;
  93. menganalisis hasil uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  94. mengevaluasi hasil uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  95. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria;
  96. menganalisis hasil pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan;
  97. melakukan verifikasi usulan kebutuhan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  98. menganalisis perhitungan biaya pemenuhan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  99. melakukan klasifikasi jenis peralatan komunikasi di gudang;
  100. melakukan verifikasi usulan kebutuhan pemeliharaan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  101. mengidentifikasi pemeliharaan berat sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  102. melakukan registrasi dan perpanjangan izin frekuensi peralatan dan perangkat komunikasi pencarian dan pertolongan;
  103. menyusun rencana pelaksanaan gelar komunikasi pencarian dan pertolongan;
  104. melakukan gelar komunikasi pencarian dan pertolongan;
  105. melakukan pengujian sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  106. melakukan registrasi alat pemancar sinyal marabahaya; dan
  107. melakukan uji fungsi alat pemancar sinyal marabahaya.
Baca Juga :  22 Butir Uraian Tugas Jabatan Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Muda

HASIL KERJA TUGAS JABATAN PENATA KELOLA PENCARIAN DAN PERTOLONGAN AHLI MUDA

Berikut Hasil Kerja Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Muda, meliputi:

  1. dokumen hasil analisis subtansi teknis kebijakan bidang pencarian dan pertolongan;
  2. dokumen hasil analisis penyusunan pedoman teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  3. dokumen hasil analisis bahan pembinaan teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  4. dokumen hasil analisis data pembinaan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  5. dokumen hasil analisis data pengembangan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  6. laporan hasil verifikasi pembinaan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  7. laporan hasil verifikasi kebutuhan pengembangan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  8. dokumen konsep kurikulum dan silabus pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  9. dokumen klasifikasi bahan ajar pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  10. laporan hasil uji coba instrumen uji kompetensi sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  11. dokumen instrumen pemantauan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan
  12. laporan asistensi pelaksanaan uji kompetensi sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  13. data klasifikasi data sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan melalui sistem informasi;
  14. dokumen hasil analisis kebutuhan pembinaan dan pengembangan awak alat utama pencarian dan pertolongan;
  15. laporan hasil verifikasi sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  16. dokumen rencana pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  17. laporan hasil reviu dokumen rencana pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  18. dokumen spesifikasi teknis sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  19. laporan hasil verifikasi jumlah dan kondisi sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  20. dokumen hasil pengolahan data penggunaan sarana prasarana;
  21. dokumen hasil analisis kebutuhan pemeliharaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  22. dokumen usulan rencana kebutuhan pemeliharaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  23. dokumen rencana teknis pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  24. laporan hasil pemeriksaan awal dalam rangka pelaksanaan pemeliharaan menengah sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  25. dokumen persyaratan kualifikasi teknis pelaksana pemeliharaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  26. laporan hasil pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  27. laporan hasil identifikasi alternatif pemenuhan kebutuhan dukungan sarana dan prasarana untuk operasi pencarian dan pertolongan;
  28. laporan hasil inventarisasi kebutuhan bimbingan teknis sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  29. laporan hasil verifikasi penerimaan sarana dan prasarana dengan dokumen pendukung;
  30. laporan hasil pengujian sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  31. dokumen kajian rencana garis besar siaga pencarian dan pertolongan khusus;
  32. dokumen hasil validasi informasi deteksi dini sinyal marabahaya;
  33. dokumen hasil validasi informasi awal kecelakaan pesawat udara;
  34. dokumen hasil validasi informasi awal kecelakaan kapal;
  35. dokumen hasil analisis situasi dan lokasi kecelakaan pesawat udara;
  36. dokumen hasil analisis situasi dan lokasi kecelakaan kapal;
  37. dokumen hasil analisis perkembangan penindakan awal operasi pencarian dan pertolongan;
  38. dokumen hasil validasi data dan informasi musibah/ kecelakaan selama siaga pencarian dan pertolongan khusus kepada instansi terkait;
  39. dokumen hasil analisis kesiapan fasilitas siaga pencarian dan pertolongan;
  40. laporan evaluasi pelaksanaan pengelolaan fasilitas siaga pencarian dan pertolongan;
  41. laporan pemantauan dan evaluasi efektivitas fasilitas siaga pencarian dan pertolongan;
  42. dokumen rencana latihan pencarian dan pertolongan dengan institusi dalam negeri;
  43. laporan uji kelayakan sarana dan prasarana latihan pencarian dan pertolongan;
  44. dokumen rencana operasi latihan pencarian dan pertolongan dan rencana informasi latihan pencarian dan pertolongan;
  45. dokumen rencana latihan pencarian dan pertolongan antar negara;
  46. laporan survei lokasi latihan pencarian dan pertolongan antar negara;
  47. dokumen diseminasi informasi pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan;
  48. dokumen asistensi perencanaan latihan pencarian dan pertolongan daerah;
  49. dokumen pemantauan dan asistensi pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan daerah;
  50. dokumen pemantauan terhadap pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan di negara peserta;
  51. laporan hasil pemantauan dan evaluasi fasilitas latihan pencarian dan pertolongan;
  52. dokumen rencana pemenuhan kebutuhan operasi pencarian dan pertolongan;
  53. laporan hasil identifikasi rancangan rencana kontigensi sesuai jenis operasi pencarian dan pertolongan;
  54. laporan hasil identifikasi risiko kecelakaan/ bencana/kondisi membahayakan manusia serta potensi pencarian dan pertolongan pada tingkat nasional;
  55. dokumen skenario kecelakaan/bencana/kondisi membahayakan manusia;
  56. dokumen hasil analisis daerah dengan tingkat kerawanaan kecelakaan/bencana/kondisi membahayakan manusia yang tinggi pada tingkat daerah;
  57. dokumen rancangan kesepakatan bersama pihak terkait;
  58. dokumen rencana kontigensi pada kecelakaan/ bencana/kondisi membahayakan manusia;
  59. dokumen komposisi tim operasi pencarian dan pertolongan;
  60. laporan hasil penghitungan area operasi pencarian dan pertolongan;
  61. dokumen pola operasi pencarian dan pertolongan;
  62. dokumen pembagian tugas unit pencarian dan pertolongan;
  63. dokumen hasil evaluasi rencana operasi pencarian dan pertolongan;
  64. dokumen hasil validasi sumber daya pencarian dan pertolongan;
  65. laporan hasil briefing pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  66. laporan hasil supervisi penugasan unit pencarian dan pertolongan ke lokasi kecelakaan/ bencana/kondisi membahayakan manusia;
  67. laporan hasil supervisi pelaksanaan operasi gabungan dengan pusat koordinasi penyelamatan negara lain;
  68. laporan hasil pengendalian/supervisi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  69. dokumen rekomendasi teknis operasi untuk koordinator misi pencarian dan pertolongan;
  70. dokumen hasil analisis pelaksanaan tahap penyadaran;
  71. dokumen rekomendasi teknis pelaksanaan tahap penyadaran;
  72. laporan hasil asistensi pada tahap penyadaran;
  73. dokumen rekomendasi penetapan koordinator misi pencarian dan pertolongan;
  74. dokumen rancangan penunjukan koordinator misi pencarian dan pertolongan;
  75. dokumen hasil analisis penyiapan unit pencarian dan pertolongan, prelimanary communication, dan extended communication serta pengerahan unit pencarian dan pertolongan;
  76. laporan hasil asistensi penyiapan unit pencarian dan pertolongan, prelimanary communication, dan extended communication serta pengerahan unit pencarian dan pertolongan;
  77. dokumen hasil analisis rencana operasi pencarian dan pertolongan;
  78. laporan hasil asistensi penyusunan rencana operasi pencarian dan pertolongan;
  79. dokumen hasil analisis dukungan sumber daya operasi pencarian dan pertolongan;
  80. laporan hasil asistensi penyediaan dukungan operasi pencarian dan pertolongan;
  81. laporan hasil asistensi pengendalian operasi pencarian dan pertolongan;
  82. laporan hasil asistensi penyusunan laporan operasi pencarian dan pertolongan;
  83. laporan hasil asistensi penyusunan laporan evaluasi operasi pencarian dan pertolongan;
  84. laporan hasil asistensi penyusunan laporan pertanggungjawaban biaya operasi pencarian dan pertolongan;
  85. laporan hasil debriefing operasi pencarian dan pertolongan;
  86. laporan hasil verifikasi bukti pembayaran atas penyewaan, pembelian, atau jasa pendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  87. dokumen usulan penggantian biaya pengerahan dan pengendalian operasi pencarian dan pertolongan;
  88. laporan hasil diseminasi informasi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan pihak berkepentingan;
  89. dokumen usulan penghentian/perpanjangan/ pembukaan kembali pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  90. dokumen penetapan komposisi tim uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  91. laporan hasil uji fungsi dan uji kemampuan petugas operasi pencarian dan pertolongan;
  92. laporan uji fungsi kendaraan operasi pencarian dan pertolongan;
  93. dokumen hasil analisis hasil uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  94. dokumen hasil evaluasi hasil uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  95. dokumen hasil analisis dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria;
  96. dokumen hasil analisis hasil pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan;
  97. laporan hasil verifikasi usulan kebutuhan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  98. dokumen hasil analisis penghitungan biaya sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  99. dokumen klasifikasi jenis peralatan komunikasi;
  100. laporan hasil verifikasi usulan kebutuhan pemeliharaan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  101. laporan hasil identifikasi pemeliharaan berat sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  102. dokumen pelaksanaan registrasi dan perpanjangan izin frekuensi peralatan dan perangkat komunikasi pencarian dan pertolongan;
  103. dokumen penyusunan rencana pelaksanaan gelar komunikasi pencarian dan pertolongan;
  104. laporan hasil pelaksanaan gelar komunikasi pencarian dan pertolongan;
  105. dokumen hasil pengujian sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  106. dokumen hasil registrasi alat pemancar sinyal marabahaya; dan
  107. dokumen hasil uji fungsi alat pemancar sinyal marabahaya.
Baca Juga :  18 Butir Uraian Tugas Jabatan Pemeriksa Karantina Tumbuhan Mahir

Berikut daftar Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan, lainnya :

Demikian informasi Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Muda

Terima kasih sudah berkunjung. Apabila artikel ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

Baca Juga : Daftar Jabatan Fungsional Lainnya — DISINI

Referensi :
PERMENPAN RB Nomor 32 Tahun 2021

Sumber file : JDIH MENPAN

4 Likes

Author: admin

Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti Memberikan referensi, informasi akurat dan terpercaya seputar ASN, Sekolah Kedinasan, Materi dan Tryout SKD/SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 2 =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.