Info ASN Jabatan Fungsional 89 Butir Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Pertama

89 Butir Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Pertama

Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Pertama

InfoASN.id – Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Pertama

PENGERTIAN

Berdasarkan PERMENPAN RB Nomor 32 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan, bahwa yang dimaksud dengan:

Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh oleh Pejabat yang berwenang melaksanakan penataan dan pengelolaan penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan.

Hasil Kerja adalah unsur kegiatan utama yang harus dicapai oleh Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan sebagai prasyarat menduduki setiap jenjang Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan.

Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan termasuk dalam rumpun Pengawas Kualitas dan Keamanan dan merupakan jabatan karir PNS.

Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan merupakan Jabatan Fungsional kategori keahlian.

Jenjang Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan sebagaimana dimaksud pada ayat terdiri atas:

  1. Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Pertama,
  2. Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Muda,
  3. Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Madya, dan
  4. Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Utama.

UNSUR KEGIATAN

Tugas Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan yaitu melaksanakan penataan dan pengelolaan penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan yang meliputi penataan dan pengelolaan sumber daya manusia teknis, sarana prasarana, sistem informasi dan komunikasi, pemberdayaan masyarakat, kesiapsiagaan, dan operasi pencarian dan pertolongan.

Untuk perkembangan karirnya, baik itu untuk syarat kenaikan pangkat maupun kenaikan jabatan, maka pejabat Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan harus melaksanakan butir uraian tugas jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Pertama sesuai unsur dan sub unsur kegiatan yang telah diatur dalam Peraturan Perundangan

Unsur kegiatan Jabatan Fungsional Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan yang dapat dinilai Angka Kreditnya terdiri atas:

  1. perumusan dan pembinaan teknis bidang pencarian dan pertolongan,
  2. pembinaan dan pengembangan sumber daya teknis pencarian dan pertolongan,
  3. pembinaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan,
  4. pelaksanaan siaga pencarian dan pertolongan,
  5. pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan, dan
  6. pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

URAIAN TUGAS JABATAN PENATA KELOLA PENCARIAN DAN PERTOLONGAN AHLI PERTAMA

Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Pertama merupakan suatu paparan atas semua tugas jabatan yang dilakukan oleh pejabat Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan yang ditetapkan kedalam butir kegiatan pekerjaan dalam melaksanakan penataan dan pengelolaan penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan yang meliputi penataan dan pengelolaan sumber daya manusia teknis, sarana prasarana, sistem informasi dan komunikasi, pemberdayaan masyarakat, kesiapsiagaan, dan operasi pencarian dan pertolongan.

Berikut 89 Butir kegiatan / uraian tugas jabatan Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Pertama, meliputi:

  1. mengidentifikasi kebutuhan substansi teknis perumusan kebijakan bidang pencarian dan pertolongan;
  2. mengidentifikasi kebutuhan penyusunan pedoman teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  3. melakukan penyiapan bahan pembinaan teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  4. menginventarisasi data pembinaan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  5. menginventarisasi data pengembangan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  6. mengidentifikasi kebutuhan pembinaan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  7. mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  8. melakukan penyiapan bahan penyusunan kurikulum dan silabus pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  9. menyiapkan bahan ajar pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  10. menyusun instrumen uji kompetensi sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  11. menyusun rencana pelaksanaan uji kompetensi sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan;
  12. menginventarisasi data sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan melalui sistem informasi;
  13. melakukan pemutakhiran sumber daya manusia teknis pencarian dan pertolongan melalui sistem informasi;
  14. menginventarisasi awak alat utama pencarian dan pertolongan;
  15. menginventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  16. menginventarisasi data dan kondisi sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  17. mengidentifikasi informasi dan rekomendasi teknis sarana udara dari publikasi teknis;
  18. mengidentifikasi komponen berdasarkan umur, jam putar/kilometer, dan kondisi sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  19. melakukan pemeriksaan awal dalam rangka pelaksanaan pemeliharaan ringan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  20. mengidentifikasi kebutuhan dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan kegiatan pencarian dan pertolongan;
  21. menyusun data pendistribusian sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  22. melakukan klasifikasi jenis sarana pencarian dan pertolongan;
  23. menyusun rencana pelaksanaan siaga pencarian dan pertolongan rutin;
  24. menyusun rencana pelaksanaan siaga pencarian dan pertolongan khusus;
  25. melakukan validasi kesiagapsiagaan sumber daya dan potensi pencarian dan pertolongan;
  26. melakukan validasi informasi awal kecelakaan dengan penanganan khusus;
  27. melakukan validasi informasi awal bencana;
  28. melakukan validasi informasi awal kondisi membahayakan manusia;
  29. menganalisa situasi dan lokasi kecelakaan dengan penanganan khusus;
  30. menganalisis situasi dan lokasi bencana;
  31. menganalisis situasi dan lokasi kondisi membahayakan manusia;
  32. mengidentifikasi kebutuhan penindakan awal operasi pencarian dan pertolongan;
  33. melaksanakan asistensi rencana awal pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  34. melakukan validasi pergerakan awal tim pencarian dan pertolongan;
  35. menganalisis berita pencarian dan pertolongan terkait pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  36. melaksanakan briefing pelaksanaan siaga pencarian dan pertolongan;
  37. melakukan pemetaan lokasi posko siaga pencarian dan pertolongan khusus;
  38. menyusun kebutuhan fasilitas siaga pencarian dan pertolongan;
  39. melakukan pemeliharaan fasilitas siaga pencarian dan pertolongan;
  40. menyusun daftar kebutuhan pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan dengan institusi dalam negeri;
  41. melaksanakan pengajuan permohonan ijin aset asing yang akan masuk ke wilayah indonesia;
  42. mengidentifikasi kebutuhan fasilitas latihan pencarian dan pertolongan;
  43. melakukan pemeliharaan fasilitas latihan pencarian dan pertolongan;
  44. menginventarisasi rancangan rencana kontingensi unit pelaksana teknis;
  45. menyusun rencana dan program asistensi penyusunan rencana kontingensi;
  46. menginventarisasi wilayah rawan kecelakaan/ bencana/kondisi membahayakan manusia dan sumber daya operasi pada tingkat nasional;
  47. menginventarisasi wilayah rawan kecelakaan/ bencana/kondisi membahayakan manusia dan sumber daya operasi pada tingkat daerah;
  48. mengidentifikasi risiko kecelakaan/bencana/ kondisi membahayakan manusia serta potensi pencarian dan pertolongan pada tingkat daerah;
  49. menyusun skenario kecelakaan/bencana/ kondisi membahayakan manusia di lokasi yang telah ditentukan;
  50. menginventarisasi pelibatan pihak terkait;
  51. mengidentifikasi peranan masing-masing pihak terkait;
  52. mengidentifikasi jenis dan lokasi kecelakaan/ bencana/kondisi membahayakan manusia serta upaya yang telah dilaksanakan;
  53. mengindentifikasi kebutuhan sumber daya operasi pencarian dan pertolongan yang akan dikerahkan;
  54. menyusun rencana penyelamatan dan transportasi korban;
  55. menyusun skema jalur koordinasi operasi pencarian dan pertolongan;
  56. menyusun skema jejaring komunikasi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  57. meregistrasi dan memfilter unit pencarian dan pertolongan;
  58. menyusun rekomendasi atas permohonan izin diplomatic (diplomatic clearance), izin keamanan (security clearance), dan persetujuan terbang (flight clearance) dari rescue coordination center (RCC) negara lain yang akan membantu operasi pencarian dan pertolongan;
  59. menyusun kebutuhan biaya dan logistik operasi pencarian dan pertolongan;
  60. melakukan verifikasi pendirian posko utama dan posko taktis operasi pencarian dan pertolongan;
  61. menyiapkan bahan briefing pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  62. menganalisis pencapaian waktu tanggap (response time) pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan dan waktu perjalanan (transit time) sampai tiba di lokasi;
  63. memverifikasi dan mengolah data/informasi kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia;
  64. menyusun pemutakhiran informasi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  65. menganalisis terkait pengusulan koordinator misi pencarian dan pertolongan;
  66. menginventarisasi data dan informasi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  67. menyusun bahan debriefing penghentian operasi pencarian dan pertolongan;
  68. menginventarisasi pengeluaran biaya riil dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  69. mengidentifikasi jenis pengeluaran biaya operasi pencarian dan pertolongan;
  70. melakukan pengembalian unit pencarian dan pertolongan ke instansi/organisasi potensi pencarian dan pertolongan;
  71. menyusun rencana garis besar kegiatan uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  72. menyusun dan menetapkan skenario dan lokasi uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  73. menginventarisasi bahan penilaian uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  74. melakukan survei lokasi uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  75. mengolah data hasil uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  76. mengidentifikasi kepatuhan atas pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria;
  77. inventarisasi hasil pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan;
  78. mengidentifikasi kebutuhan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  79. menyusun spesifikasi teknis sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  80. menyusun data pendistribusian peralatan komunikasi pencarian dan pertolongan;
  81. menyusun data administrasi penyimpanan peralatan komunikasi pencarian dan pertolongan;
  82. menginventarisasi data dan kondisi peralatan komunikasi pencarian dan pertolongan;
  83. mengolah data penggunaan peralatan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  84. menyusun bahan rencana kebutuhan pemeliharan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  85. mengidentifikasi pemeliharaan ringan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  86. mengidentifikasi kebutuhan dukungan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan;
  87. mengidentifikasi kebutuhan gelar komunikasi pencarian dan pertolongan;
  88. menginventarisasi permasalahan terkait sistem penangkap sinyal marabahaya; dan
  89. melakukan penyiapan bahan analisis sistem penangkap sinyal marabahaya.
Baca Juga :  36 Uraian Tugas Jabatan Manggala Informatika Ahli Utama

HASIL KERJA TUGAS JABATAN PENATA KELOLA PENCARIAN DAN PERTOLONGAN AHLI PERTAMA

Berikut Hasil Kerja Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Pertama, meliputi:

  1. laporan hasil identifikasi kebutuhan subtansi teknis perumusan kebijakan bidang pencarian dan pertolongan;
  2. laporan hasil identifikasi kebutuhan penyusunan pedoman teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  3. laporan hasil penyiapan bahan pembinaan teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  4. laporan hasil inventarisasi data pembinaan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  5. laporan hasil inventarisasi data pengembangan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  6. laporan hasil identifikasi kebutuhan pembinaan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  7. laporan hasil identifikasi kebutuhan pengembangan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  8. laporan hasil penyiapan bahan penyusunan kurikulum dan silabus pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  9. laporan hasil penyiapan bahan ajar pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  10. formulir instrumen uji kompetensi sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  11. laporan hasil penyusunan rencana pelaksanaan uji kompetensi sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan;
  12. laporan hasil inventarisasi data sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan melalui sistem informasi;
  13. laporan hasil pembaharuan sumber daya manusia teknis bidang pencarian dan pertolongan melalui sistem informasi;
  14. laporan hasil inventarisasi awak alat utama pencarian dan pertolongan;
  15. laporan hasil inventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  16. laporan hasil inventarisasi data dan kondisi sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  17. laporan hasil identifikasi informasi dan rekomendasi teknis sarana udara dari publikasi teknis;
  18. laporan hasil identifikasi komponen berdasarkan umur, jam putar/kilometer, dan kondisi sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  19. laporan hasil pemeriksaan awal dalam rangka pelaksanaan pemeliharaan ringan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  20. laporan hasil identifikasi kebutuhan dukungan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan kegiatan pencarian dan pertolongan;
  21. laporan penyusunan data pendistribusian sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan;
  22. laporan hasil klasifikasi jenis sarana pencarian dan pertolongan;
  23. dokumen perencanaan siaga pencarian dan pertolongan rutin;
  24. dokumen perencanaan siaga pencarian dan pertolongan khusus;
  25. dokumen hasil validasi kesiagapsiagaan sumber daya dan potensi pencarian dan pertolongan;
  26. dokumen hasil validasi informasi awal kecelakaan dengan penanganan khusus;
  27. dokumen hasil validasi informasi awal bencana;
  28. dokumen hasil validasi informasi awal kondisi membahayakan manusia;
  29. dokumen hasil analisis situasi dan lokasi kecelakaan dengan penanganan khusus;
  30. dokumen hasil analisis situasi dan lokasi bencana;
  31. dokumen hasil analisis situasi dan lokasi kondisi membahayakan manusia;
  32. laporan hasil identifikasi kebutuhan penindakan awal operasi pencarian dan pertolongan;
  33. laporan asistensi rencana awal pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  34. laporan validasi pergerakan awal tim pencarian dan pertolongan;
  35. dokumen analisis berita pencarian dan pertolongan terkait pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  36. laporan briefing pelaksanaan siaga pencarian dan pertolongan;
  37. laporan pemetaan lokasi posko siaga pencarian dan pertolongan khusus;
  38. dokumen kebutuhan fasilitas siaga pencarian dan pertolongan;
  39. dokumen pemeliharaan fasilitas siaga pencarian dan pertolongan;
  40. dokumen daftar kebutuhan pelaksanaan latihan pencarian dan pertolongan dengan institusi dalam negeri;
  41. dokumen pengajuan permohonan izin aset asing untuk masuk ke wilayah indonesia;
  42. laporan hasil identifikasi kebutuhan fasilitas latihan pencarian dan pertolongan;
  43. dokumen pemeliharaan fasilitas latihan pencarian dan pertolongan;
  44. laporan hasil inventarisasi rancangan rencana kontigensi unit pelaksana teknis;
  45. dokumen rencana dan program asistensi penyusunan rencana kontingensi;
  46. laporan hasil inventarisasi wilayah rawan kecelakaan/bencana/kondisi membahayakan manusia dan sumber daya operasi pada tingkat nasional;
  47. laporan hasil inventarisasi daerah rawan kecelakaan/bencana/kondisi membahayakan manusia dan sumber daya operasi pada tingkat daerah;
  48. laporan hasil identifikasi risiko kecelakaan/bencana/kondisi membahayakan manusia serta potensi pencarian dan pertolongan pada tingkat daerah;
  49. dokumen skenario kecelakaan/bencana/kondisi membahayakan manusia di lokasi yang telah ditentukan;
  50. laporan hasil inventarisasi pelibatan pihak terkait;
  51. laporan hasil identifikasi peranan masing-masing pihak terkait;
  52. laporan hasil identifikasi jenis dan lokasi kecelakaan/bencana/kondisi membahayakan manusia serta upaya yang telah dilaksanakan;
  53. daftar kebutuhan sumber daya operasi pencarian dan pertolongan yang akan dikerahkan;
  54. dokumen rencana penyelamatan dan transportasi korban;
  55. dokumen skema jalur koordinasi operasi pencarian dan pertolongan;
  56. dokumen skema jejaring komunikasi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  57. laporan hasil registrasi dan filter unit pencarian dan pertolongan;
  58. dokumen rekomendasi atas permohonan izin diplomatik (diplomatic clearance), izin keamanan (security clearance), dan persetujuan terbang (flight clearance) dari rescue coordination center (RCC) negara lain yang akan membantu operasi pencarian dan pertolongan;
  59. dokumen kebutuhan biaya dan logistik operasi pencarian dan pertolongan;
  60. laporan verifikasi pendirian posko utama dan posko taktis operasi pencarian dan pertolongan;
  61. bahan briefing pelaksanan operasi pencarian dan pertolongan;
  62. dokumen hasil analisis pencapaian waktu tanggap (response time) pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan dan waktu perjalanan (transit time) sampai tiba di lokasi;
  63. laporan hasil verifikasi dan pengolahan data/informasi kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia;
  64. dokumen pemutakhiran informasi pelaksanan operasi pencarian dan pertolongan;
  65. dokumen hasil analisis terkait pengusulan koordinator misi pencarian dan pertolongan;
  66. laporan hasil inventarisasi data dan informasi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  67. dokumen debriefing penghentian operasi pencarian dan pertolongan;
  68. laporan hasil inventarisasi pengeluaran biaya riil dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  69. laporan hasil identifikasi jenis pengeluaran biaya operasi pencarian dan pertolongan;
  70. laporan hasil pengembalian unit pencarian dan pertolongan ke instansi/organisasi potensi pencarian dan pertolongan;
  71. dokumen rencana garis besar kegiatan uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  72. dokumen skenario dan lokasi uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  73. laporan hasil inventarisasi bahan penilaian uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  74. laporan hasil survei lokasi uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  75. laporan pengolahan data hasil uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
  76. laporan hasil identifikasi kepatuhan atas pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria;
  77. laporan hasil inventarisasi hasil pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan;
  78. laporan hasil identifikasi kebutuhan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  79. dokumen spesifikasi teknis sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  80. dokumen penyusunan data pendistribusian peralatan komunikasi pencarian dan pertolongan;
  81. dokumen data administrasi penyimpanan peralatan komunikasi pencarian dan pertolongan;
  82. laporan hasil inventarisasi data dan kondisi peralatan komunikasi pencarian dan pertolongan;
  83. dokumen hasil pengolahan data penggunaan peralatan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  84. dokumen bahan rencana kebutuhan pemeliharan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  85. laporan hasil identifikasi pemeliharaan ringan sistem komunikasi pencarian dan pertolongan;
  86. laporan hasil identifikasi kebutuhan dukungan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan;
  87. laporan hasil identifikasi kebutuhan gelar komunikasi pencarian dan pertolongan;
  88. laporan hasil inventarisasi permasalahan terkait sistem penangkap sinyal marabahaya; dan
  89. laporan hasil penyiapan bahan analisis sistem penangkap sinyal marabahaya;
Baca Juga :  40 Butir Uraian Tugas Jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Penyelia

Berikut daftar Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan, lainnya :

Demikian informasi Uraian Tugas Jabatan Penata Kelola Pencarian Dan Pertolongan Ahli Pertama

Terima kasih sudah berkunjung. Apabila artikel ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

Baca Juga : Daftar Jabatan Fungsional Lainnya — DISINI

Referensi :
PERMENPAN RB Nomor 32 Tahun 2021

Sumber file : JDIH MENPAN

8 Likes

Author: admin

Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti Memberikan referensi, informasi akurat dan terpercaya seputar ASN, Sekolah Kedinasan, Materi dan Tryout SKD/SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × two =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.