Info ASN Jabatan Fungsional 21 Butir Uraian Tugas Jabatan Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama

21 Butir Uraian Tugas Jabatan Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama

Uraian Tugas Jabatan Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama

InfoASN.id – Uraian Tugas Jabatan Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama

PENGERTIAN

Berdasarkan PERMENPAN RB Nomor 12 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Penata Mediasi Sengketa HAM, bahwa yang dimaksud dengan:

Penata Mediasi Sengketa HAM adalah PNS yang diberikan tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan dukungan teknis dalam pelaksanaan Mediasi tentang Hak Asasi Manusia.

Hasil Kerja adalah unsur kegiatan utama yang harus dicapai oleh Penata Mediasi Sengketa HAM sebagai prasyarat menduduki setiap jenjang Jabatan Fungsional Penata Mediasi Sengketa HAM.

Jabatan Fungsional Penata Mediasi Sengketa HAM termasuk dalam rumpun Hukum dan Peradilan dan merupakan jabatan karir PNS.

Jabatan Fungsional Penata Mediasi Sengketa HAM merupakan jabatan fungsional kategori keahlian. Jenjang Jabatan Fungsional Penata Mediasi Sengketa HAM kategori keahlian sebagaimana dimaksud dari jenjang terendah sampai dengan jenjang tertinggi, terdiri atas:

  1. Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama,
  2. Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Muda, dan
  3. Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Madya.

UNSUR KEGIATAN

Tugas Jabatan Fungsional Penata Mediasi Sengketa HAM yaitu melaksanakan dukungan teknis dalam pelaksanaan Mediasi tentang Hak Asasi Manusia.

Untuk perkembangan karirnya, baik itu untuk syarat kenaikan pangkat maupun kenaikan jabatan, maka pejabat Penata Mediasi Sengketa HAM harus melaksanakan butir uraian tugas jabatan Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama sesuai unsur dan sub unsur kegiatan yang telah diatur dalam Peraturan Perundangan

Unsur kegiatan tugas Jabatan Fungsional Penata Mediasi Sengketa HAM yang dapat dinilai angka kreditnya terdiri atas:
a. pramediasi;
b. mediasi;
c. pascamediasi; dan
d. pengembangan mediasi HAM

URAIAN TUGAS JABATAN PENATA MEDIASI SENGKETA HAM AHLI PERTAMA

Uraian Tugas Jabatan Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama merupakan suatu paparan atas semua tugas jabatan yang dilakukan oleh pejabat Penata Mediasi Sengketa HAM yang ditetapkan kedalam butir kegiatan pekerjaan dalam melaksanakan dukungan teknis dalam pelaksanaan Mediasi tentang Hak Asasi Manusia.

Berikut 21 Butir kegiatan / uraian tugas jabatan Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama, meliputi:

  1. melakukan penerangan dan konsultasi atas pengaduan masyarakat;
  2. melakukan penerangan dan konsultasi sebagai tindak lanjut penanganan kasus tipe 1;
  3. melakukan identifikasi dan telaah kasus tipe 1;
  4. melakukan analisis penanganan kasus tipe 1;
  5. melakukan tindak lanjut aduan kasus tipe 1;
  6. menganalisis aduan kasus tipe 1 bersama dengan ahli untuk memperoleh penilaian;
  7. melakukan penerangan persiapan mediasi dengan Para Pihak untuk kasus tipe 1;
  8. menyusun rekomendasi sebagai tindak lanjut penanganan kasus tipe 1;
  9. melakukan persiapan dan analisis pelaksanaan pertemuan mediasi untuk kasus tipe 1;
  10. melakukan identifikasi penyelesaian pelanggaran HAM untuk kasus tipe 1;
  11. melakukan penerangan dan konsultasi secara terpisah dalam rangka mengupayakan alternatif solusi / penyelesaian kasus tipe 1;
  12. melakukan perumusan kesepakatan perdamaian/berita acara mediasi untuk kasus tipe 1;
  13. melakukan analisis kasus tipe 1 dari aspek hukum, sosial, dan hak asasi manusia sebagai bahan kajian menyusun kesimpulan akhir Komnas HAM RI dalam penanganan suatu kasus;
  14. melakukan pengawasan, evaluasi, dan penerangan pelaksanaan pascamediasi kasus tipe 1;
  15. melakukan identifikasi hasil pengawasan pelaksanaan mediasi atas kasus tipe 1;
  16. melakukan analisis hasil akhir penanganan kasus tipe 1.

HASIL KERJA TUGAS JABATAN PENATA MEDIASI SENGKETA HAM AHLI PERTAMA

Berikut Hasil Kerja Tugas Jabatan Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama, meliputi:

  1. dokumen penerangan dan konsultasi terkait tugas dan fungsi Mediasi Komnas HAM atas pengaduan masyarakat,
  2. dokumen penerangan dan konsultasi sebagai tindak lanjut penanganan kasus tipe 1,
  3. dokumen hasil identifikasi dan telaah kasus tipe 1,
  4. dokumen hasil analisis penanganan kasus tipe 1,
  5. dokumen hasil pramediasi tindak lanjut penanganan kasus tipe 1,
  6. dokumen hasil analisis aduan kasus tipe 1 bersama dengan ahli untuk memperoleh penilaian,
  7. dokumen penerangan persiapan mediasi dengan Para Pihak untuk kasus tipe 1,
  8. dokumen rekomendasi sebagai tindak lanjut penanganan kasus tipe 1,
  9. dokumen hasil analisis pelaksanaan pertemuan mediasi untuk kasus tipe 1,
  10. dokumen hasil pertemuan mediasi dan identifikasi penyelesaian pelanggaran HAM untuk kasus tipe 1,
  11. dokumen hasil penerangan dan konsultasi secara terpisah dalam rangka mengupayakan alternatif solusi / penyelesaian kasus tipe 1,
  12. dokumen hasil kesepakatan perdamaian/berita acara mediasi untuk kasus tipe 1,
  13. dokumen hasil analisis kasus tipe 1 dari aspek hukum, sosial, dan hak asasi manusia sebagai bahan kajian menyusun kesimpulan akhir Komnas HAM RI dalam penanganan suatu kasus,
  14. dokumen hasil pengawasan, evaluasi, dan penerangan pelaksanaan pascamediasi kasus tipe 1,
  15. dokumen pengolahan dan penilaian hasil pengawasan pelaksanaan mediasi atas kasus tipe 1, dan
  16. dokumen analisis hasil akhir penanganan kasus tipe 1,

Berikut daftar Uraian Tugas Jabatan Penata Mediasi Sengketa HAM, lainnya :

Demikian informasi Uraian Tugas Jabatan Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama

Terima kasih sudah berkunjung. Apabila artikel ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

Baca Juga : Daftar Jabatan Fungsional Lainnya — DISINI

Referensi :
PERMENPAN RB Nomor 12 Tahun 2021

Sumber file : JDIH MENPAN

20 Likes

Author: admin

Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti Memberikan referensi, informasi akurat dan terpercaya seputar ASN, Sekolah Kedinasan, Materi dan Tryout SKD/SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.