Info ASN Peribahasa Arti Peribahasa Zaman Beredar Musim Berganti

Arti Peribahasa Zaman Beredar Musim Berganti

Arti Peribahasa Zaman Beredar Musim Berganti

INFOASN.ID – Arti Peribahasa Zaman Beredar Musim Berganti

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Zaman beredar musim berganti

Musim yang tidak dapat dipastikan lagi kapan waktunya akan berganti.

Kesimpulan

Arti peribahasa zaman beredar musim berganti adalah musim yang tidak dapat dipastikan lagi kapan waktunya akan berganti.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa zaman beredar musim berganti, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih
Artinya : Nasib buruk tidak dapat dicari-cari

Hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami
Artinya : Hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa

Ketahuan hina mulianya
Artinya : Mengetahui kedudukan yang sebenarnya

Seikat diulas, panjang dikerat
Artinya : Jika membagi sesuatu, hendaknya dibagi dengan sama rata.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Aur Bergantung Ke Tebing, Bagai Tebing Bergantung Ke Aur

Berkepanjangan bagai agam
Artinya : Perbuatan atau perkataan yang tidak ada ujungnya.

Dijunjung merekah kepala, dipikul meruntuh bahu
Artinya : Perintah atau hukuman yang sangat berat untuk dijalani.

Hutang sebelit pinggang
Artinya : Berhutang sangat banyak.

Berapalah besar dan dalam laut Kalzum, besar dan dalam lagilah dada manusia
Artinya : Hati manusia tidak dapat diduga/diperkirakan.

Telentang sama menadah embun, tertiarap sama memakan pasir
Artinya :

  1. Sehidup semati
  2. senasib sepenanggungan.

Tiada terempang peluru oleh ilalang
Artinya : Kehendak orang yang berkuasa tidak akan dapat ditahan oleh orang yang lemah.

Tinggal kulit pembalut tulang
Artinya : Sangat kurus.

Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang
Artinya : Orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya

Lagi terang, lagi bersuluh
Artinya :

  1. Perbuatan yang pandir/bodoh
  2. mempertanyakan sesuatu yang sudah diketahui banyak orang
  3. menyia-nyiakan tenaga dan uang.

Menari merentak di ladang orang
Artinya : Bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain

Baca Juga :  Arti Peribahasa Siapa Yang Makan Nangka, Dia Yang Terkena Getahnya

Tangan menetak mencencang bahu memikul
Artinya : Harus berani menanggung kesalahan yang telah diperbuat

Arah bertukar jalan
Artinya : Banyak cara untuk mewujudkan mimpi.

Tali di dalam bungkusan, digerek tikus apa gunanya
Artinya : Seorang anak perempuan atau gadis pingitan yang melakukan suatu kesalahan secara diam-diam.

Tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir
Artinya : Segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)

Sedatar saja lurah dengan bukit
Artinya :

  1. Menyamaratakan orang
  2. Tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dan sebagainya

Patah sayap bertongkat paruh
Artinya : Tidak putus-putusnya berusaha menyampaikan maksudnya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Zaman Beredar Musim Berganti”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti Memberikan referensi, informasi akurat dan terpercaya seputar ASN, Sekolah Kedinasan, Materi dan Tryout SKD/SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × two =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.