Info ASN Jabatan Fungsional Uraian Tugas Jabatan Apoteker

Uraian Tugas Jabatan Apoteker

Uraian Tugas Jabatan Apoteker

InfoASN.id – Uraian Tugas Jabatan Apoteker

PENGERTIAN

Berdasarkan PERMENPAN Nomor PER/07/M.PAN/4/2008 tentang Jabatan Fungsional Apoteker, bahwa yang dimaksud dengan:

Apoteker adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada unit pelayanan kesehatan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang.

Hasil Kerja adalah unsur kegiatan utama yang harus dicapai oleh Apoteker sebagai prasyarat menduduki setiap jenjang Jabatan Fungsional Apoteker.

Jabatan Fungsional Apoteker termasuk dalam rumpun Kesehatan dan merupakan jabatan karir PNS.

Jabatan Fungsional Apoteker adalah Jabatan Tingkat Ahli.

Jenjang jabatan fungsional Apoteker sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, adalah:

  1. Apoteker Pertama,
  2. Apoteker Muda,
  3. Apoteker Madya, dan
  4. Apoteker Utama.

Jenjang pangkat fungsional Apoteker sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, adalah:

  1. Apoteker Pertama, pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b,
  2. Apoteker Muda, terdiri dari:
    1. Penata, golongan ruang III/c,
    2. Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.
  3. Apoteker Madya, terdiri dari:
    1. Pembina, golongan ruang IV/a,
    2. Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b,
    3. Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c.
  4. Apoteker Utama, terdiri dari:
    1. Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d,
    2. Pembina Utama, golongan ruang IV/e.

UNSUR KEGIATAN

Tugas pokok Apoteker yaitu melaksanakan pekerjaan kefarmasian yang meliputi penyiapan rencana kerja kefarmasian, pengelolaan perbekalan farmasi, pelayanan farmasi klinik, dan pelayanan farmasi khusus.

Untuk perkembangan karirnya, baik itu untuk syarat kenaikan pangkat maupun kenaikan jabatan, maka pejabat Apoteker harus melaksanakan butir uraian tugas jabatan Apoteker sesuai unsur dan sub unsur kegiatan yang telah diatur dalam Peraturan Perundangan.

Unsur dan sub unsur kegiatan Apoteker yang dinilai angka kreditnya, terdiri dari :

  1. Pendidikan, meliputi :
    1. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar,
    2. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang kefarmasian dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat, dan
    3. Pendidikan dan pelatihan prajabatan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat.
  2. Pekerjaan kefarmasian, meliputi :
    1. Penyiapan rencana kerja kefarmasian,
    2. Pengelolaan perbekalan farmasi,
    3. Pelayanan farmasi klinik, dan
    4. Pelayanan farmasi khusus.
  3. Pengembangan profesi, meliputi :
    1. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang kefarmasian/kesehatan,
    2. Penerjemahan/penyaduran buku dan bahan lainnya di bidang kefarmasian/kesehatan,
    3. Pembuatan buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/ petunjuk teknis lainnya di bidang kefarmasian/kesehatan,
    4. Penemuan/pengembangan teknologi tepat guna di bidang kefarmasian/kesehatan,
    5. Merumuskan sistem pelayanan kefarmasian, dan
    6. Melakukan penyuluhan di bidang kefarmasian/ kesehatan.
  4. Penunjang tugas Apoteker, meliputi :
    1. Mengajar/Melatih/Membimbing yang berkaitan dengan bidang kefarmasian/kesehatan,
    2. Peran serta dalam seminar/lokakarya di bidang kefarmasian/kesehatan,
    3. Keanggotaan dalam organisasi profesi Apoteker,
    4. Keanggotaan dalam Komite Farmasi dan Terapi (KFT) dan atau kepanitiaan lainnya,
    5. Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Apoteker,
    6. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya, dan
    7. Perolehan penghargaan/tanda jasa.

URAIAN TUGAS JABATAN APOTEKER AHLI PERTAMA

Berikut Butir kegiatan / uraian tugas jabatan Apoteker Pertama, meliputi:

  1. Membuat kerangka acuan dalam rangka Penyiapan Rencana Kegiatan Kefarmasian;
  2. Mengklasifikasi perbekalan farmasi dalam rangka Pemilihan Perbekalan Farmasi;
  3. Inventarisasi pemasok perbekalan farmasi dalam rangka Pemilihan Perbekalan Farmasi;
  4. Mengolah data dalam rangka Perencanaan Perbekalan Farmasi;
  5. Mengawasi kegiatan dalam rangka Sterilisasi Sentral;
  6. Menyusun perbekalan farmasi dalam rangka Penyimpanan Perbekalan Farmasi;
  7. Merekapitulasi daftar usulan perbekalan farmasi dalam rangka Penghapusan Perbekalan Farmasi;
  8. Meracik obat resep individual dalam rangka Dispensing;
  9. Visit ke ruang rawat;
  10. Pelayanan informasi obat (PIO);
  11. Konseling obat;
  12. Konsultasi dengan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya;
  13. Mendokumentasikan dalam rangka Pemantauan Penggunaan Obat;
  14. Pelayanan jarak jauh (Remote Service);
  15. Pelayanan di tempat tinggal (Home care);
  16. Ambulatory services;
  17. Swamedikasi; dan
  18. Pelayanan paliatif.

Berikut Butir kegiatan / uraian tugas jabatan Apoteker Muda, meliputi:

  1. Menelaah atau mengkaji data-data dalam rangka Penyiapan Rencana Kegiatan Kefarmasian;
  2. Membuat rencana kegiatan dalam rangka Penyiapan Rencana Kegiatan Kefarmasian;
  3. Menentukan jenis perbekalan farmasi dalam rangka Pemilihan Perbekalan Farmasi;
  4. Menilai mutu dalam rangka Pemilihan Pemasok Perbekalan Farmasi;
  5. Menyusun rencana kebutuhan dalam rangka Perencanaan Perbekalan Farmasi;
  6. Membuat surat pesanan dalam rangka Pembelian Perbekalan Farmasi;
  7. Mengembalikan perbekalan farmasi yang tidak sesuai dengan persyaratan/spesifikasi dalam rangka Pengadaan Perbekalan Farmasi Melalui Jalur Pembelian;
  8. Mengajukan usulan obat program dalam rangka Pengadaan Perbekalan Farmasi Melalui Jalur Non Pembelian;
  9. Mengembalikan perbekalan farmasi yang tidak sesuai dengan persyaratan/spesifikasi dalam rangka Pengadaan Perbekalan Farmasi Melalui Jalur Non Pembelian;
  10. Menganalisis/mengkaji bahan baku dan metode pembuatan dalam rangka Menetapkan Master Formula Sediaan Farmasi;
  11. Merencanakan kegiatan dan kebutuhan bahan baku dalam rangka Produksi Sediaan Farmasi Non Steril;
  12. Mengolah bahan-bahan dalam rangka Produksi Sediaan Farmasi Non Steril;
  13. Merencanakan kegiatan sterilisasi dan kebutuhan bahanbahan dalam rangka Sterilisasi Sentral;
  14. Uji sterilisasi dalam rangka Sterilisasi Sentral;
  15. Uji mutu secara organoleptis dalam rangka Uji Mutu Bahan Baku;
  16. Uji mutu secara organoleptis dalam rangka Uji Mutu Sediaan Obat Jadi;
  17. Uji mutu dalam proses produksi secara organoleptis dalam rangka Uji Mutu Sediaan Obat Jadi;
  18. Memeriksa perbekalan farmasi dalam rangka Penerimaan Perbekalan Farmasi;
  19. Mengelompokkan perbekalan farmasi dalam rangka Penyimpanan Perbekalan Farmasi;
  20. Mengkaji permintaan perbekalan farmasi dalam rangka Pendistribusian Perbekalan Farmasi;
  21. Membuat jadwal penghapusan dalam rangka Penghapusan Perbekalan Farmasi;
  22. Penyusunan laporan kegiatan pengelolaan perbekalan farmasi;
  23. Mengkaji resep dalam rangka Dispensing;
  24. Memeriksa obat dalam rangka Dosis Unit;
  25. Menghitung kebutuhan komponen dalam rangka Sediaan Nutrisi Parenteral Total;
  26. Mengemas sediaan nutrisi parenteral total dalam rangka Sediaan Nutrisi Parenteral Total;
  27. Mengemas obat dalam rangka Sediaan Sitostatika;
  28. Visite ke ruang rawat;
  29. Pelayanan informasi obat (PIO);
  30. Konseling obat;
  31. Konsultasi dengan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya;
  32. Mengumpulkan dan menganalisa data dalam rangka Evaluasi Penggunaan Obat;
  33. Mendokumentasikan hasil evaluasi dalam rangka Evaluasi Penggunaan Obat;
  34. Menelusuri catatan medik dalam rangka Pemantauan Penggunaan Obat;
  35. Pelayanan jarak jauh (Remote Services);
  36. Pelayanan di tempat tinggal (Home Care);
  37. Ambulatory services;
  38. Swamedikasi; dan
  39. Pelayanan paliatif.

Berikut Butir kegiatan / uraian tugas jabatan Apoteker Madya, meliputi:

  1. Menyajikan rencana kegiatan dalam rangka Penyiapan Rencana Kegiatan Kefarmasian;
  2. Menyajikan rancangan dalam rangka Perencanaan Perbekalan Farmasi;
  3. Menganalisis usulan pembelian dalam rangka Pengadaan Perbekalan Farmasi Melalui Jalur Pembelian;
  4. Menilai barang droping/sumbangan dalam rangka Pengadaan Perbekalan Farmasi Melalui Jalur Non Pembelian;
  5. Uji coba formula dalam rangka Menetapkan Formula Induk (Master Formula) Sediaan Farmasi;
  6. Menganalisis/mengkaji bahan baku dan teknik pembuatan dalam rangka Produksi Sediaan Farmasi Non Steril;
  7. Memeriksa label/penandaan dalam rangka Produksi Sediaan Farmasi Non Steril;
  8. Merencanakan kegiatan produksi dan kebutuhan bahanbahan dalam rangka Produksi Sediaan Steril;
  9. Mengolah bahan baku dalam rangka Produksi Sediaan Steril;
  10. Uji kualitatif bahan baku dalam rangka Uji Mutu Bahan Baku;
  11. Uji kuantitatif bahan baku dalam rangka Uji Mutu Bahan Baku;
  12. Uji kualitatif obat jadi dalam rangka Uji Mutu Sediaan Obat Jadi;
  13. Uji kuantitatif obat jadi dalam rangka Uji Mutu Sediaan Obat Jadi;
  14. Membuat rekomendasi uji mutu;
  15. Memeriksa catatan atau bukti perbekalan farmasi dalam rangka Penyimpanan Perbekalan Farmasi;
  16. Menganalisis daftar usulan perbekalan farmasi dalam rangka Penghapusan Perbekalan Farmasi;
  17. Evaluasi kegiatan pengelolaan perbekalan farmasi;
  18. Memeriksa perbekalan farmasi dalam rangka Dispensing Resep Individual;
  19. Menyerahkan perbekalan farmasi dalam rangka Dispensing Resep Individual;
  20. Menyerahkan obat dalam rangka Dispensing Dosis Unit;
  21. Merekapitulasi rincian pemakaian obat dan biayanya dalam rangka Dispensing Dosis Unit;
  22. Meracik/mencampur komponen-komponen dalam rangka Sediaan Nutrisi Parenteral Total;
  23. Membaca jadwal pemberian dan menghitung jumlah pelarutnya dalam rangka Sediaan Intravena;
  24. Mengemas obat dalam rangka Sediaan Intravena;
  25. Membaca protokol kemoterapi dalam rangka Sediaan Sitostatika;
  26. Menghitung dosis sediaan farmasi dalam rangka Sediaan Sitostatika;
  27. Mengawasi proses pembuangan limbah dalam rangka Sediaan Sitostatika;
  28. Visit ke ruang rawat;
  29. Pelayanan informasi obat (PIO);
  30. Konseling obat;
  31. Konsultasi dengan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya;
  32. Mengidentifikasi skala prioritas dan menyusun indikator/kriteria dalam rangka Evaluasi Penggunaan Obat;
  33. Merekomendasikan rencana intervensi dalam rangka Evaluasi Penggunaan Obat;
  34. Menganalisis, menyimpulkan dan merekomendasikan upaya intervensi dalam rangka Pemantauan Penggunaan Obat;
  35. Mengklarifikasi laporan efek samping obat dalam rangka Monitoring Efek Samping Obat (MESO);
  36. Menganalisis mekanisme kerja, memantau dan merekomendasikan upaya intervensi dalam rangka Monitoring Efek Samping Obat (MESO);
  37. Memeriksa kadar obat dalam rangka Pemantauan Kadar Obat dalam Darah;
  38. Menidentifikasi skala prioritas dalam rangka Menganalisis Efektifitas-Biaya;
  39. Mengumpulkan, mengolah dan membandingkan datadata dalam rangka Menganalisis Efektifitas-Biaya;
  40. Menyusun laporan kegiatan farmasi klinik;
  41. Pelayanan jarak jauh (Remote Services);
  42. Pelayanan di tempat tinggal (Home Care);
  43. Ambulatory services;
  44. Swamedikasi; dan
  45. Pelayanan paliatif.

Berikut Butir kegiatan / uraian tugas jabatan Apoteker Utama, meliputi:

  1. Menyempurnakan formula induk dalam rangka Menetapkan Master Formula Sediaan Farmasi;
  2. Menganalisis/mengkaji bahan baku dalam rangka Produksi Sediaan Steril;
  3. Memeriksa label/penandaan dalam rangka Produksi Sediaan Steril;
  4. Uji klinis obat jadi dalam rangka Uji Mutu Sediaan Obat Jadi;
  5. Mengawasi proses pemusnahan dalam rangka Penghapusan Perbekalan Farmasi;
  6. Membaca dan mengkaji daftar terapi dalam rangka Dispensing Dosis Unit;
  7. Merekonstitusi obat dalam rangka Sediaan Intravena;
  8. Mengemas obat dalam rangka Sediaan Intravena;
  9. Merekomendasi obat dalam rangka Sediaan Sitostatika;
  10. Memeriksa hasil rekonstitusi dalam rangka Sediaan Sitostatika;
  11. Visit ke ruang rawat;
  12. Pelayanan informasi obat (PIO);
  13. Konseling obat;
  14. Konsultasi dengan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya;
  15. Merekomendasikan dosis terapi dalam rangka Pemantauan Kadar Obat dalam Darah;
  16. Pelayanan jarak jauh (Remote Services);
  17. Pelayanan di tempat tinggal (Home Care);
  18. Ambulatory services;
  19. Swamedikasi; dan
  20. Pelayanan paliatif.

Demikian informasi Uraian Tugas Jabatan Apoteker

Terima kasih sudah berkunjung. Apabila artikel ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

Baca Juga : Daftar Jabatan Fungsional Lainnya — DISINI

Referensi :
PERMENPAN Nomor PER/07/M.PAN/4/2008

Sumber file : JDIH MENPAN

3 Likes

Author: admin

Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti Memberikan referensi, informasi akurat dan terpercaya seputar ASN, Sekolah Kedinasan, Materi dan Tryout SKD/SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.